From : noni[nyonya_sepatu@yahoo.com]
Sent : Thursday, July 14, 2011 8:48 PM
To : you@yahoo.com
Subject : Permisi Anak Babi Mau Lewat
Malam Bunny…….
Surabaya panas gila beberapa hari ini dan aku baru pulang ngupi-ngupi dengan gank pemakan babi di TP, hari yang menyenangkan 🙂 minus babi dalam menu mereka kali ini
.
oke…..gara-gara babi jadi inget telp nyokap pagi tadi dan tulisan Oke Sepatu Merah tentang hal-hal aneh yang sering kejadian ketika kita bepergian ke tempat baru.
begini, pagi tadi ibu telp, gosip-gosip gitu deh cerita kalo ada anak temennya naik gunung dan sembarangan pipis trus pulang-pulang ehhhhh ” tititnya ” jadi bengkak dan memerah. tentu si anak di bawa ke dokter karena meraung-raung kesakitan dan panas. dokter seperti biasalah kasih segala macem obat-obat dan akhirnya si anak gak sembuh
. temennya nyokap membawa si anak ke orang “pintar”, si orang pintar melihat ke jendela yang tidak bisa kita tembus, katanya si anak mengencingi rumah mahluk-mahluk yang tak terlihat oleh mata telanjang, obatnya hanya satu, meminta maaf karena sudah mengkurangajarin.
percaya atau tidak percaya setelah si anak meminta maaf dengan perantara si orang pintar ini, simsalabim…….si burung yang ngambek itu berangsur-angsur mengecil ( well kembali ke ukuran semua sih, yang mungkin kecil
).
saya bukannya gak percaya yang beginian loh, apalagi karena sering keluyuran ke hutan-hutan, naik bis busuk yang harus berhenti di pinggir jalan untuk buang air, dan sebagian masa kecil saya dihabiskan antara Medan – Kisaran ( pulang kampung, nengokin kakek nenek ) dan perjalanannya melewati hutan-hutan ( perkebunan tepatnya hihi ) rambung atau sawit ,seringkali kami harus berhenti untuk buang air kecil di hutan-hutan kecil ini karena pom bensin atau mesjid jumlahnya terbatas. saya ingat ibu saya selalu mengatakan ” tiap kali buang air kecil, harus minta ijin ya, ngomong gini permisi kek/nek…..anak babi mau lewat“, yang akhirnya di edit oleh ayah saya menjadi ” permisi kek/nek……noni/maulana ( nama adek saya ) mau pipis disini, maaf kalau menggangu”,
kebiasaan ini terbawa hingga besar, yahh…..setelah dewasa saya menambahkan dengan doa-doa ( dalam agama islam ) untuk membuang air kecil. alhamdullilah memang gak pernah kejadian aneh-aneh ( amit-amit aja sih ). seingat saya adik saya yang dulunya sering naik turun gunung juga gak pernah macem-macem, dan ketika saya tanyakan apakah dia masih inget omongan orang tua kami waktu kecil dulu, sambil terbahak-bahak dia ngomong ” konyolnya aku masih melakukannya loh, permisi tiap kali mau pipis di hutan “.
sebenarnya percaya atau tidak, ketika kita berhadapan dengan alam yang hampir kosong seperti hutan, gunung, lautan, savana hal-hal gaib sering terjadi. terkadang ada orang yang selalu meremehkan medan yang akan kita hadapi, dan seperti marah, alam akan langsung membalas di tempat itu juga. berkali-kali saya mengalami hal ini. contohnya :
perjalanan ke Sempu dengan dini, beberapa meter pertama aku sukses tergelincir dan jatuh berdebum ke tanah becek berlumpur, Dini tertawa geli, demi Tuhan saya tidak marah atau mengutuk dini, karena saya pikir jatuhpun pada saat itu sangat lucu……..ternyata alam membalasnya, Tidak menunggu berlama-lama, sesaat kemudian, Dini terbanting dan jatuh berkali-kali di lumpur becek. logikanya sih emang jalanannya becek hehehe, dan kemungkinan untuk jatuh banyak banget, tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiii………mungkini ini juga pertanda, bahwa kita gak boleh ngeremehin apapun.
temen saya ketika ke Bromo taon lalu, secara saya emang males mesti naik-naik ke kawah, jadi ngomong kedia, kalo mau naik, naik aja sendiri atau naik kuda kalo gak kuat. dengan percaya diri dia ngomong ” aku pasti kuatlah, cuman segitu koq, jangan takut”, saya masih mengingatkan berkali-kali kalo itu jauh, dan berkali-kali juga dia meyakinkan saya kalau itu cuman kecil…..dia biasa olahraga……..dan jeng…jeng….sekitar 12 menit kemudian dia telp kalau pingsan di kaki Bromo dan gak bisa ngapa-ngapain. apa itu coba namanya!!!!!!!!
adek saya dulu juga suka cerita kalo banyak sekali kejadian-kejadian aneh di setiap pendakiannya. entah si temen yang tadinya menyombongkan diri tiba-tiba kehabisan nafas dan gak bisa melanjutkan perjalanan, atau buang air sembarangan dan pulang-pulang kemaluannya sakit, ada yang iseng ngambil buah-buahan tanpa minta ijin, dan akhirnya sakit perut……atau masih banyakkkkkkkkkkk sekali kejadian-kejadian yang entahlah membuat saya extra hati-hati ketika masuk ke alam bebas.
ini masih ditambah cerita nyokap atau temen-temen pengajiannya yang pergi ke Mekkah, wahhhhh kalau dipikir-pikir, alam memang punya kekuatan yang kasat mata untuk melindungi mereka dari kita-kita yang nakal atau takabur.
so….next time kalo pengen pipis di hutan…jangan lupa minta ijin ya
, gak mau kan pulang-pulang ” tititnya” bengkak ( atau malah seneng karena jadi gede hihihihi ) atau pulang-pulang perutnya jadi buncit, karena nyolong buah di kebun orang 🙂.
Nite
nyonya yang gak boleh makan babi