mungkin ada yang suka nongkrongin serial no ordinary family.
mereka keluarga yang diberi kelebihan, yahhh seperti super hero gitulah. dipikir-pikir banyak juga ya film-film sejenis hero-heroan gini.
yang menarik untuk saya adalah anak perempuan dikeluarga ini diberi gift bisa membaca pikiran orang lain. awalnya saya pikir pasti dia bisa melakukan banyak hal menyenangkan dengan talenta-nya ini, ternyata dari beberapa seri yang saya tonton, selalu si gadis kecil ini salah perkiraan dan mengakibatkan hal-hal buruk.
saya atau kamu, mungkin pernah berfikir untuk bisa membaca pikiran lawan kita, paling sering sih kalo disaya lawan jenis
, atau bos saya yang super duper galak itu. seringkali ketika saya bersama pacar atau calon pacar, saya mikir apa ya yang ada di pikirannya. apa yang dia pikir tentang saya?. apa yang dia pikir hanya toket, selangkangan, mobilnya, rumah barunya, hutang di kartu kreditnya atau perempuan lain?
kalau lagi dengan bos saya, saya sering mikir, apa yaaa yang ada di balik rambut merah perempuan tua ini?. apa hanya businessnya, target, keponakannya, atau hanya ingin marah-marah seharian dan membuat orang lain senewen.
dan tidak jarang saya berharap punya kemampuan untuk bisa membaca pikiran orang lain, supaya saya bisa membuat orang lain seneng dan membuat saya bisa meminimalis kesalahan-kesalahan saya.
tapi dari film ini, saya jadi sedikit tidak menginginkan gift itu lagi. coba aja bayangin kalo saya lagi di gombalin trus ternyata nih, dipikiran si cowok ada yang aneh-aneh, betapa gak asiknya saya ngelewatin yang “aneh-aneh” itu karena keburu ketauan dan saya lari lintang pukang ketakutan
.
so…..Tuhan mungkin tidak memberi saya talenta untuk bisa membaca pikiran orang lain, supaya orang lain yang jahat -jahat itu bisa “nakalin” saya dan membuat saya mengerti kalau hidup bukan sekedar taman bunga kan???. at least…….sebelum saya mewek, saya bisalah menikmati digombalin 