Myanmar And Laos


Myanmar And Laos

Setelah pulang dari Cambodia, saya jadi pengen banget ke dua Negara ini. Trus udah browsing-browsing juga sih, cuman masih males beli tiket, alasannya saya masih belon jelas taon depan nasib saya gimana. Masih akan berada di Surabaya atau ada cerita besar lainnya yang mungkin akan merubah seluruh jalan cerita hihi.

Ok…kenapa saya jadi pengen banget ke Laos dan Myanmar ?

Untuk Laos alasannya sungguh shallow, saya hanya suka nama-nama kota yang ada di Negara ini, name it seperti Vientiane, Luang Prabang, Vang vieng, atau Phonsavan untuk mengunjungi Plain of Jars, yaitu gentong-gentong batu misterius yang tersebar di perbukitan provinsi Phonsavan. Obyek wisata ini adalah yang paling berbahaya sedunia, karena area ini masih belum bersih dari UXO (unexploded ordnance = peledak aktif) sisa perang.

Sementara untuk Myanmar ?

Ohhhh tergila-gila dengan Monk hihihi. Saya emang suka sekali melihat Monk-Monk dengan baju orange, makanya kalau ada Rejeki lagi, saya masih mau balik lagi ke Siem Reap. Bukan berarti ke Borobudur gak ada monk loh, tapi nyari Monk di Borobudur itu susah banget, yang ada tiap kali kesana cuman manusia-manusia yang sibuk megang-megang badan candi, manjat-manjat ( padahal udah diteriakin dari bawah ), trus kalo datangnya pas waisak, ehhhhhhh candinya gak boleh dimasukkin. Susah bener.

Oh iya balik ke Myanmar, jelas karena saya pengen ke Bagan. Kota tua yang terlantar dengan ribuan kuil dan pagoda umat Budha.

Inle lake, yang katanya nih merupakan danau yang cantik dikelilingi pegunungan, mungkin seperti danau toba yang dikelilingi bukit barisan hihihi.

Atau mencoba Cara yang paling luar biasa untuk menikmati puncak gunung berbentuk sarang lebah dari bangunan-bangunan karat-warni. perjalanan ke Gunung Popa dan mendaki ke puncak tidak hanya untuk belajar tentang kebiasaan agama di kuil sana, tapi untuk menyerap pemandangan luar biasa dari Kuil Bagan dari atas. Langkah-langkah dari Shwesandaw Paya, “Sunset Pagoda”, yang curam tapi pendakian ini untuk melihat dengan jelas stupa emas-merah dan kuil-kuil dengan lanskap kering. Untuk mendapatkan pandangan dari loftier daerah pedesaan, bisa juga mencoba balon udara pada saat sunrise. cara ini memberikan pemandangan luar biasa dari dataran Bagan dan sarapan sampanye untuk harga paket $ 200.

Haduh-haduh agak mahal ya hahaha, tapi rasanya tetap aja saya pengen ke 2 negara ini. Ada yang mau ikut??

Yuksss…….

3 comments

Leave a comment