broken heart, day 6


Call me chicken!!!

Sedari saya kecil ibu saya sudah memberi saya binatang peliharaan. Mulai dari kelinci putih berambut gimbal yang harus saya sisir setiap hari, marmot yang melahirkan lebih rajin daripada ayam bertelur, kucing kampong sampai kucing Persia. Kucing adalah binatang terlama yang saya miliki.

Tahun 2006 saya memiliki 7 ekor Persia. Beberapa ekor malah menang kejuaran kucing-kucing import gitu. Mereka bagian dari hidup saya. saya adalah penderita anemia dank arena sakit ini, seringkali saya pingsan. Suatu hari setelah pulang kantor jadwal saya membawa 2 ekor kucing ke dokter untuk dibersihkan telinganya dan di control kesehatannya.

Di praktek dokter ternyata tidak ada mantra sehingga si dokter meminta saya untuk memegangi kucing. Posisi berdiri saya pegangi kucing dan si dokter bersiin, belum sampai 10 menit saya tiba-tiba jatuh pingsan karena gak tahan liat kuping kucing di korek-korek hahaha.

Bamyak sekali cerita-cerita percintaan saya dengna kucing-kucing ini. Dulu..kebanyakan pacar-pacar saya cemburu dengan mereka. Bisa dibayangkan seperti apa hubungan saya dengan binatang gendut manja, selfish dan adorable ini.

Sampai suatu hari saya harus pindah dari medan, jelas dong kucing-kucing gak bisa di boyong. Ibu saya juga tidak bersedia memelihara mereka, dan tanpa sepengetahuan saya dia memberikan kucing-kucing itu ke temen saya. sepulang kantor saya hanya menemukan kandang yang kosong, makanan kucing berserakan di lantai, mainan dan semua peralatan pribadi mereka hilang dan hanya ada bau mereka sesekali tercium.

Saya berhenti memelihara binatang setelah itu. Sakit sekali merasakan sesuatu hilang dari hidup kita. Sakit sekali ketika saya bahkan tidak sanggup melakukakn apapun untuk mempertahankan yang saya sayang karena hasil laboratorium memvonis ada toxso di tubuh saya. therapy 6 bulan kata dokter. Saya tidak minta bayi saat itu, saya tidak merasakan apapun walo ada virus di tubuh saya, saya hanya merasa kesakitan yang amat sangat. Setiap saya ingat bola mata kucing-kucing itu saya akan menangis tersedu-sedu.

Beberapa kali opik menawari saya kucing yang saya tolak. Yah saya sempat mempunya genuie pig dan kelinci tapi opik lebih dekat secara emotional dengna mereka, saya lebih sering menjaga jarak dan melihat dari jauh. Ketika pacaran dengan fany dia juga membelikan saya Persia yang akhirnya saya berikan ke temen fany utk di rawat karena saya takut memiliki perasaan kehilangan lagi sedalam saya kehilangan 7 ekor Persia.

Hari ini saya merasakan hal yang sama. Saya putus berkali-kali dan bangkit berkali-kali juga tapi tidak pernah saya merasa sedemikian kelam hati dan pikiran saya seperti hari ini. Saya seperti di jatuhkan ke lubang yang dalam sekali, saya hanya ingin menangis dan tidak mampu keluar, saya ingin mempertahankan apa yang saya punya dan saya tidak mampu, saya tidak ingin merasakan begitu pedihnya seperti saat ini.

Seperti 4 tahun lalu, seperti ketika saya bahkan tidak sempat berpamitan dengan ke 7 ekor kucing-kucing saya, tidak sempat menciumi mereka seperti yang biasa saya lakukan, tidak lagi ada bulu-bulu gendut di kaki saya ketika tidur. Perasaan itu muncul lagi sekarang. Perasaan kehilangan yang teramat sangat getir. Saya dulu pikir mr. L sudah meluluh lantakkan saya dan menghancurkan saya hingga berkeping-keping, kali ini bahkan saya tidak sempat untuk melihatnya untuk terakhir kali. Saya terlalu punya banyak kenangan manis dan hanya sekali dihantam badai yang menghancurkan. Saya tidak marah dengan M, tidak juga mau dendam. Saya hanya mau lupa dan saya pikir itu sedikit mustahil.

Kali ini saya menyerah TUhan. Menyerah untuk semuanya. Dan saya tidak mau ada lagi manusia yang menyakiti saya lagi. saya akan berhenti untuk jatuh cinta, berproses dan sebagainya. Panggil saya pengecut !!!. tapi cukup sudah saya jatuh bangun, jatuh lagi dan itu sudah berkali-kali. Saya sudah tidak punya energy lagi.

Leave a comment