bROMO


BROMO……..{ one of the best sunrise in the world !! }

Taman nasional Bromo – Tengger – Semeru adalah cinta pertama saya terhadap tempat dingin dgn suhu dibawah 20 derajat celcius. Trus terang semua yang dibawah 20 derajat celcius bisa dengan sukses membuat kulit saya memerah dan gatal bukan kepalang. Biduran kalo kata orang jawa.

Tahun 2000 pertama kalinya saya menyambangi taman nasional ini. Berbekal kenekatan dan modal nekat { bonek kata orang Surabaya } saya mendatangi mba Kunti dan mba Lina. Memaksa mereka untuk iba/kasihan atau apalah dengan perempuan tengil dengan kaos hitam dan rambut pendek yang merengek minta dianterin ke bromo. Dan saya mengunjungi gunung itu gretongan hihihi……

Pertama kali juga saya melihat ribuan atau jutaan bintang di langit, sesekali ada bintang jatuh yang membuat saya terpekik-pekik girang bukan kepalang . pengaruh wine pemberian Gibson & Daniel juga membuat saya sedikit ringan ketika menaiki penanjakan tempat kita melihat sunrise . inilah moment-moment saya jatuh cinta dengan BROMO. Jatuh cinta dan berucap janji untuk datang lagi….dan lagi……

JANGAN SEMBARANGAN MENGUCAP JANJI……

Janji yang saya ucapkan di penanjakan memang berbuah manis dan pahit hihihi. Saya memang akhirnya sering mendatangi bromo. Setiap tahun beberapa kali. Seperti orang kasmaran. Semua yang ada di bromo begitu saya cintai. Suara deru angin yang selalu menyambut kedatangan, kabut tebal yang menyelimuti, udara dingin yang berulang kali membuat kulit dan bibir saya monyong berkali-kali sampai akhirnya imun sendiri ,lalu suara gending di malam hari yang ikut meninabobokan saya. Oh….i really love bromo.

Tahun 2006 saat saya pindah dari medan ke Surabaya adalah tahun-tahun dimana saya harus berjuang menahan dingin tiap kali ke Bromo. Udara dingin yang jahat sukses membuat saya kegatalan, mimisan atau pingsan ketika mencoba menaiki tangga-tangga menuju kawah bromo. Berulang kali sampai akhirnya sekarang saya terbiasa bahkan sekaranga cenderung terasa lebih hangat * congkak mode on *.

ONE OF THE BEST SUNRISES IN THE WORLD…..

Kata lonely planet Bromo is an awesome volcanic landscape and one of the most impressive sights in Indonesia. Menurut beberapa buku yang sempat saya baca juga sunrise di bromo salah satu yang terbaik di dunia. Jadi alangkah meruginya jika kita yang berada begitu dekat dengan tempat ini tidak pernah sekalipun mengunjunginya. Hanya 3 jam dari Surabaya dengan melalui banyak sekali tempat menarik .

Minggu lalu temen saya Widodo, yang lahir dan besar di Surabaya pertama kalinya ke bromo. Sayang dia datang pada saat yang kurang menguntungkan. Mentari lagi malu-malu dan bangun kesingan , sehingga yang kami liat adalah pegunungan yang membiru beku dengan kabut putih halus. saya melihat euphoria dia melihat ribuan orang dari seluruh penjuru dunia berkumpul di penanjakan. Bukit tertinggi untuk melihat sunrise kali itu terasa begitu hangat karena ada jutaan orang berkumpul, berdesak-desakakan di pagi hari yang dingin hanya untuk menyaksikan matahari terbit. Memang beberapa tahun belakangan ini agak susah mendapatkan tempat yang strategis untuk melihat sunrise, lebih sering yang kita lihat adalah kepala orang apalagi kalo bepergiannya pada saat libur panjang atau weekend. Ribuan wartawan facebook dgn kamera DSLR, pocket or hp berebut tempat terbaik utk berpose atau mengabadikan moment-moment tsb. Sedikit keriangan tahun 2000 itu pudar bersama dengan menuanya saya.

TAMAN NASIONAL BROMO – TENGGER – SEMERU

Ada 6 gunung di kompleks bromo . gunung kursi ( 2.581 meter dpl ), gunung Widodaren ( 2.600 mdpl ), gunung Watangan ( 2.601 mdpl )., gunung Batok ( 2.470 mdpl ), gunung Bromo ( 2.392 mdpl ) dan yang terakhir gunung semeru ( 3.676 mdpl ). 6 puncak gunung ini saling melengkapi bukan malah menutupi satu sama lain, mereka membentuk fenomena alam yang menakjubkan. Mahameru atau puncak Semeru adalah tanah tertinggi di pulau jawa dan kelima tertinggi di Indonesia. Dan taman nasional ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang memiliki laut pasir seluas 5.250 hektar yang berada pada ketinggian sekitar 2.100 mdpl.

Jika kita menyukai sedikit perjalanan yang membutuhkan adrenalin maka bisa melalui jalur malang – tumpang, disini akan ditemui sebuah desa bernama Ngadas, dengan ketinggian sekitar 2000 Mdpl . sebuah desa tertinggi di Indonesia selain sebuah desa lagi di jayawijaya.

Jalur yang biasa adalah probolinggo. Dari probolinggo ke arah cemara lawang. Nanti di desa ini biasanya pengunjung bisa menginap atau menunggu di dalam mobil hingga pukul 03.00 pagi ketika jeep mengantarkan kita ke penanjakan. Ada beberapa hotel yang sudah saya inapin dan rata-rata punya kamar kelas backpackers dgn pelayanan yang sangat baik , lebih baik dari hotel berbintang hihiih. Lava view punya pemandangan terbaik tetapi harus siap kedinginan Karena berdiri persis paling ujung dari desa cemara lawang. Tempat yang asik untuk minum kopi sambil makan pisang goreng khas hotel ini.

Café lava { one of my favorite hotel }

0335 541020 { cari Eko atau Harry }

Hotel Yoshie { rekomendasi lonely planet dan saya tentunya}

0335 541049 { cari Dori }

Lava view { sister company dari café lava, siap2 kedinginan }

0335 541009 { pak fatur , owner }

Bromo Permai { hanya 1 kali menginap disini, dan kebanyakan tidur hihi }

0335 541049

Cemara indah

0335 541019

Java banana

081932115688

0335 541193

0335 541157

www.javabanana.com

{ hotel terbaik di bromo menurut saya, tetapi sayangnya saya tidak pernah kebagian kamar disini , hanya beberapa kali minum kopi dan makan pisang bakar madu khas mereka, sambil melihat foto-foto bromo hasil jepretan pemilik bp. Sigit, arbain rambey, Gunadi dll }

TRANSPORTASI……

KUDA……

Sudah saya katakan, kalau saya tidak bersedia naik kuda. Cukup 1 kali saja ketika menaikin bromo dengan tenggorokan sakit dan badan demam tahun 2000, setelah itu saya memilih berjalan kaki dengan terengah-engah.

Kuda adalah kendaraan khas di bromo. Yang nyebelin binatang ini jg sering buang kotoran sembarangan dan pipis dgn suara seperti air terjun. Beberapa penyewa kuda telah memasang sejenis kantongan dari kain untuk tempat kotoran kuda, jadi tidak berserakan di lautan pasir, sayangnya masih lebih banyak yang tidak memasang L.

Tarif untuk naik kuda sekitar Rp 40.000 – Rp 100.000 tergantung kita menawarnya. Fyi…saya tidak ingin naik kuda, tapi mau punya kuda .

JEEP

JEEP juga kendaraan khas bromo. Cantik sekali melihat ratusan jeep parkir di lautan pasir dengan warna-warna menarik dan body yang hampir sama ditambah ratusan orang berpakaian hampir sama. Makanya kalau kita nyewa jeep pastikan punya no hp driver, dan inget plat no jeep, soalnya bisa mati kebingungan mencari jeep yang bodynya hampir sama itu.

Sekedar info aja nih. Saat ini untuk kuda dan jeep sudah memiliki organisasi / koperasi sendiri. Kita bisa ambil jeep dengan harga resmi di counternya, letaknya tidak begitu jauh dari café lava. Tarifnya adalah Rp 275.000 untuk 2 tujuan yaitu penanjakan dan gunung bromo atau Rp 550.000 untuk 4 tujuan yaitu bromo, penanjakan, lautan pasir dan bukit teletubies. Dihotel atau di pinggir jalan mungkin kita akan ditawarin jeep juga dgn harga sedikit lebih mahal J.

OJEK….

Saya pernah berdua dgn Ebbie menggelilingi bromo dgn motor. Kegiatan yang mendebarkan dan butuh driver yang handal. Jalanan berpasir bisa membuat kita jatuh terbanting-banting , untung driver saya handal waktu itu hihi.

Untuk ojek karena belon ada organisasi jadi harga juga belon ada patokannya. Yah pinter-pinter nawar aja. Waktu itu saya hanya sewa Rp 75.000 seharian keliling2 bromo sampe kaki saya tegang menahan diri supaya gak terjatuh-jatuh J. Kalau di suruh nyoba lagi, pasti mau tapi driver mesti cakep, wangi dan handal hihihi.

ADA APA DI BROMO…..

Kata dini ke Roy “ she’s crazy about bromo “. Saya juga mikir2 koq bisa saya tercinta-cinta dengan tempat sedingin ini. Tapi rasanya memang gak mungkin untuk tidak jatuh cinta. Tempat yang cantik ini punya banyak sekali tujuan wisata, apalagi untuk orang-orang yang punya hobby motret. Bayangkan dingin-dingin pagi-pagi buta, ratusan orang siap dengan kamera foto or film berdiri khusyuk menanti matahari terbit. Demikian cantiknya tempat ini sehingga orang rela mengorbankan tidur lelapnya berdiri kedinginan.

Penanjakan……

Tempat ini adalah spot berkumpulnya sejuta umat untuk menyaksikan matahari terbit. Kalau sudah siang sih gak ada apa2nya, kecuali beberapa pedagang bunga edelweis, selebihnya hanya warung-warung . jadi berkumpullah di tempat ini mulai pukul 03.00 pagi dan turun setelah mentari naik dari peraduannya.

Bromo…..

Kawah bromo yang masih aktif bisa didaki dgn menaikin tangga. Katanya sih jumlah tangga yang dihitung selalu berubah setiap kali dihitung. Kalo menurut saya yang menghitung pasti sambil ngos-ngosan jadi jumlahnya berubah juga.

Pura Luhur poten

Seorang teman menyangka pura tsb adalah museum hihihi. Saya juga sempat bingung kenapa ada pura di hamparan pasir dengan suhu yang lumayan extreme ini , bahkan terkadang ada badai pasir. Pura yang berdiri misterius di tengah hamparan pasir itu adalah tempat beribadat umat hindu tengger. Sedikit berbeda dengan hindu bali. Konon setelah agama islam masuk ke bromo, pemeluk agama hindu semangkin tergeser ke gunung-gunug. Pura luhur poten sendiri kalau tidak salah baru berdiri tahun 1983.

Upacara kasodo…

Upacara kasodo diadakan 1 tahun sekali sesuai dengan tanggalan kasada. Berbeda dgn tanggalan umat islam atau tanggalan masehi. Tiap 4 tahun sekali orang tengger berkumpul dan menentukan tanggalan untuk 4 tahun kemudian . kadodo berarti 10.

Upacara kasodo sendiri tentu dilatarbelakangi oleh sebuah cerita legenda. Alkisah ada pasangan suami istri yaitu jaka seger dan rara anteng yang belum memiliki anak. Setelah meminta ke dewa-dewa akhirnya mereka diberi anak , asal syaratnya anak terakhir harus di serahkan ke bromo / di kawah bromo. Setelah memiliki 25 anak dan sayangnya anak terakhir adalah satu-satunya lelaki, dengan berat hati dan untuk menepati janjinya mereka menyerahkan anak tersebut ke bromo. Sebelum di serahkan, anak tsb berpesan agar pada saat bulan kasada harus di serahkan hasil bumi ke kawah bromo. Itulah asal muasal nenek moyang suku tengger dan upacara kasodo. Menarik ya….

Noted : untuk mengikuti upacara ini sebaiknya datanglah ke bromo 4 hari sebelum hari H, untuk mengikuti ritual upacara mulai dari pengambilan air suci dan upacara lainnya lagi.

Bukit Teletubies….

Saya baru tau ada bukit lucu ini tahun 2007. Harry salah seorang staff café lava menunjukan hasil foto bapak Sigit ke saya. Bukit yang cantik dgn warna kuning, hijau , merah dan bunga-bunga ungu. Bukit teletubies namanya, tanpa pintu, jendela dan para teletubies tentunya. Bu Cherry bilang dia sukaaaaaaaa sekali bukit ini. Memang cantik dan bagus, terutama untuk mengambil gambar. Jadi pastikan bawa kamera bagus ketika mampir ke bukit ini J.

Pasir Berbisik…..

Tempat ini menjadi terkenal dgn nama pasir berbisik karena sebuah film berjudul sama yang di bintangi dian sastro dan Christine hakim. Ceritanya tentu tentang seorang anak bernama dayu { dian } yang selalu mendengarkan pasir di bromo yang seolah-olah berbicara kepadanya. Tempat yang bagus juga utk spot foto . sesekali terlihat penduduk dengan rumput yang melebihi besar tubuhnya melewati hamparan pasir ditempat ini. Terkadang juga beberapa orang yang mengaku suka off road berlomba-lomba mencoba menaklukkan tempat ini.

People In bromo

Ada banyak tempat bagus lagi sebenarnya. Ranu pani, ranu kumbolo dan lainnya. Sayang karena saya males mendaki gunung, untuk sementara ini aja dulu yaaa .

Leave a comment