Pantai Sipelot


Mencari sebuah Pantai…….

Liburan tahun baru 2009 adalah liburan yang serba mengejutkan sekaligus menyenangkan. Mulai dari hujan, banjir sampai kebingungan mencari tempat menginap.

Saya tidak punya rencana pasti utk liburan kali ini. Setelah hotel-hotel di desa kecil di kaki gunung ijen full book , lalu males ke yogya dan seorang temen tiba-tiba mendatangi saya hari sabtu ini , praktis saya tidak bisa bepergian terlalu lama.

Malam tahun baru saya tutup dengan berkumpul bersama beberapa temen deket. Ellen, lady dan alfie di excelso sutos. Tidak terlalu hip hanya merencanakan perjalanan pendek dengan sedikit oportunis menggunakan pesona seorang temen untuk menjerat 2 orang pria yang dengan suka rela mengantar dan menyetir untuk mencari sebuah pantai dengan nama aneh di daerah malang selatan .

Ellen menemukan pantai SIPELOT dari catatan diblog trinity, malam itu saya browsing daerah tepatnya. Kalo di catatan sih gak sulit, hanya beberapa jam dari malang. Gampanglah hihi. Walo beberapa kali ke daerah malang selatan, saya tidak pernah mendengar nama pantai ini. Beberapa temen yang berdomisili di malang, tiap kali ditanyain malah balas bertanya “ emang ada ya nama pantai seperti itu ?? “.


Malang selatan menyimpan banyak sekali hidden beach . beberapa pantai terkenal antara lain balekambang, ngeliyep, sendang biru dan yang paling cantik adalah pulau sempu dengan segara anakkan……sebuah pulau kosong dengan laguna yang berair sangat jernih, cuman jangan coba-coba mendatanginya di musim hujan, karena jalur trekking akan menjadi sangat merepotkan.

SIPELOT adalah sebuah nama asing. Hasil browsing mengatan kalau pantai cantik ini berada di antara 2 teluk dan kita masih bisa berenang. Paling menyenangkan adalah ketika membaca catatan perjalanan pantai ini berada di antara bukit-bukit dan terkadang ada kabut , sehingga disarankan datang pada pagi hari , apalagi jalanan menuju kesana hanya bisa di lewati oleh 2 mobil saja.

Catatan Awal Tahun Baru 2010


Bangun kesiangan, temen yang molor, kelamaan ganti baju, shalat jum’at membuat perjalanan menuju ke malang di mulai jam 12.30. kesiangan dari rencana semula pukul 08.00 pagi. Dalam hati sudah yakin, pasti kami tidak akan sampai ke pantai sipelot, makanya saya tetap membawa perlengkapan menginap.

Jalanan macet , hujan deras, lalu banyak genangnan air di kota malang. Pukul 17.00 baru tiba di malang, makan bakso di stasiun, menelpon beberapa temen untuk mencari tempat minum kopi terbaik di kota kecil ini setelah rencana saya minum kopi di hotel tugu di tolak hihi. Akhirnya kita minum kopi di JAVA DANCER yang letaknya persis di depan hotel tugu. Sebuah coffer shop kecil yang cantik dan menyenagkan.


Entah pengaruh kopi yang diminum atau emang gak mau rugi, sudah nyampe ke malang masa harus balik lagi ke sby, diputuskanlah untuk menginap saja di malang. Beberapa temen termasuk saya langsung oportunis lagi. Menelponin beberapa kenalan, berucap selamat tahun baru yang ujung-ujungnya minta tumpangan nginap sampai besok pagi { subuh } tetapi emang dasar gak beruntung dari beberapa temen tidak bisa memberi tumpangna, ada yang tiba-tiba pergi, gak enak dgn istri, sampai hanya menerima tumpangan cowok aja semntara kita ber6 ada cowok dan cewek.

Enny’s guest house menjadi penyelamat sore itu. Saya book 2 kamar ekonomi. Tempatnya lumayanlah. Bersih dan dapat b’fast pula. Jadi bener-bener nyaman banget. Makan malam juga gampang sekali, jalan sedikit saja langsung bisa ke pulosari. Disana ari & Widodo tercinta-cinta dgn seorang perempuan cantik pedagang seafood .

Pukul 06.00 pagi kami menuju dampit atau Turen . di jalanan belum ada nama pantai sipelot, rata-rata papan penunjuk arah ke pantai balekambang atau sendang biru. Beberapa pantai baru sempat ditemukan seperti pantai batu licin J. Widodo dan ari malah sempat meragukan kalau pantai sipelot itu ada, apalagi perjalanan menunuju kecamatan tirtoyudo, desa pujiharjo itu jauhhhhhhh banget .

Setelah melewati puluhan bukit, desa-desa kecil, kebun kopi , pohon-pohon kelapa yang daunnya habis dimakan belalang kami maasih juga belum menumukan pantai sipelot. Beberapa kali bertanya ke penduduk sekitar, karena takut salah arah. Sampai akhirnya ketika saya mulai terjedut-jedut mobil, kami melihat laut dari atas bukit, berwarna biru dengan pendar-pendar perak….cantik !!.


Pantai sipelot yang berada di malang selatan, kec tirtoyudo,desa pujiharjo adalah sebuah desa nelayan kecil dengan mayoritas penduduk beragama nasrani. Pantai yang diapit oleh 2 pulau karang ini mempunyai pasir pantai yang berwarna coklat kehitaman, yang kemungkinan disekitar pantai memang ada gunung berapi. Hanya ada beberapa kehidupan disini. Beberapa ekor anjing malas yang berjemur, beberapa penduduk yang ngobrol di depan rumah, warung-warung yang menjual snack dan beberapa perahu nelayan yang berdiam di pinggir pantai.


Karena masih dalam suasana berkabung akibat meninggalnya Gus Dur, beberapa rumah memasang bendera setengah tiang, dibeberapa rumah juga meletakkan kue-kue kering di teras rumahnya, m
ungkin sisa kue natal dan tahun baru. Selebihnya desa ini sepi. Tidak ada pelelangan ikan bahkan ketika saya bertanya dimana saya bisa mendapatkan ikan bakar, beberapa wanita disnini menjelaskan ke saya kalau dalam beberapa hari ni tidak ada yang melaut karena lagi merayakan natal n tahun baru, so…kita gak bisa makan ikan deh. Ketika mau pulang ada seorang nelayan yang memeanggul ikan hasil tangkapan. Sayangnya istri si nelayan tidak bisa memasakkan untuk kami, padahal saya sempat lihat dia menangkan ikan hiu kecil yang malang .


Garis pantainya sendiri tidak terlalu panjang, tetapi sepi dan cukup bersih. Sampah-sampah dipinggir laut hanya berupa kotoran-kotoran yang dibawa oleh ombak ketika pasang. Air lautnya berwarna biru dengan gradasi hijau tosca. Cantikkkkkkkk….

Tapi gak berani berenang huhihi, ombaknya cukup tinggi, berasa ingin digulung ombak ketika berdiri di pinggir pantainya. Tidak banyak orangn berjualan di daerah ini, jadi saran saya sebaiknya bawalah makanan sendiri ya . Tidak juga kelihatan ada penginapan. Tempat ini masih sangat naturan dengan penduduk yang cukup ramah.


Tetapi sebenarnya di sebelah kanan pantai ada cerukan dengan batu-batu karang. Tempat ini air lautnya berwarna lebih hijau, kemungkinan disinilah kita bisa berenang dan bermain air, sayang karena pada saat itu sudah kelaparan dan panas minta ampun, saya memilih untuk lansung kembali ke malang , padahal kalo kemaren turun , katanya sih ada air terjun kecil di tempat ini .

DYAH GAYATRI…


Namanya dyah gayatri. Seorang gadis kecil yang tinggal di pantai sipelot. Anak perempuan yang baru tamat TK ini bermain-main sendirian ketika saya memotretnya berkali-kali. Tidak sedikitpun dia malu atau enggan ketika saya memintanya tersenyum dan berpose. Bintik-bintik seperti jerawat kecil menghiasi wajahnya yang hitam terbakar matahari.


Sedikit tomboy karena pertama kali melihatnya, saya terkaget-kaget melihat kelicahannya memanjat seutas tali tambang , seperti monyet kecil dia bergerak sangat cepat . belum lagi saya sadar tiba-tiba dia sudah berdiri di ujung kapal sambil menantang matahari jam 12.00 siang. Kata Ari… “ foto dia Non….”.


“ kapan gambar saya keluar dari situ mba ?’ tanyanya ketika saya menunjukkan beberapa fotonya di layer LCD kamera. Hmmmm pertanyaan bagus hihii. Akhirnya alfie salah seorang temen berjanji akan mengirimkan beberapa hasil foto saya ke dia nantinya sepulang kami ke sby. Dyah bilang dia tidak punya foto. Yah…kita akan mengirimkan fotonya nanti, walo entahlah saya sendiri kesulitan membaca alamat rumahnya .

Travelista……

Ellen….


Temen dalam beberapa perjalanan-perjalanan singkat saya. Bercita-cita mengelilingi dunia, ingin menikah di eropa, dinikahi oleh lelaki bule dan berharap mempunyai jumlah cuti dan uang yang sangat banyak. Pertama kali ketemu ellen seorang temennya berkata “ ninot kalo kamu gak punya temen jalan, ajak aja ellen , dia pasti gak akan menolak “. Dan yah…hampir 99 % perjalanan saya dengan anak-anak kupang pasti ada Ellen.

Lady…

Bendahara handal. Beli sabun mandipun harus approval ibu ini tapi tiap kali kumpul duit, senangnya ketika dia mengumumkan ada dana lebih yang bisa dibagi-bagi utk uang taxi ketika kembali ke rumah . senangnya ketika pergi dalam jumlah lebih dari 6 orang dan rata-rata susah bangun, triknya adalah bangunkan lady…..dan setelah itu serahkan padanya untuk membangunkan serombongan manusia susah liat matahari, kita tinggal cekikikan sambil dandan aja, lady akan membereskan masalah itu, tetapi masalah terbesar adalah GIMANA CARANYA BANGUNIN LADY !!!!!!.

Alfie….


Tidak terlalu banyak trip yang saya jalanin dgn Alfie. Pertama dia lebih sering tidak bisa bepergian dgn alasan macem-macem, kedua traveling not her passion , ketiga saya juga tidak bisa cuti berbarengan dgn saya. Tetapi paling tidak dari begitu banyak agenda jalan-jalan saya, ada 3 kali saya pergi dgn alfie. Alfie miss ring-ring banget, kalo tinggal di homestay yang isinya bule semua bisa digampar dia sangking berisiknya jam 12 malam masih telpan hihihi, cukup tangguh dan beran
i , dan yang paling seru dia gak bisa tidur kalo di tempat asing, sehingga yang laennya bisa molor, alfie menjaga semua tetek bengek kita……..nyaman banget !!!.

ARI…..

Saya kenal ari dalam perjalanan yogya – Surabaya. Temen dari temen saya .cowok klaten yang setelah di singkat menjadi sangat imut yaitu COKLAT. Lebih sering dalam bebrapa trip saya seperti semarang – Unggaran menjadi supir dan mengikuti kemauan saya kemana aja huhahaha. Lalu beberapa trip lagi di yogya, klaten dan solo. Pendiam, lebih sering saya bajak ipodnya dan punya pakaian sepanjang masa jacket kulit hitam, topi dan jeans J. 1 yang saya suka dari Ari, he drive very nice

Widodo….

Temen Alfie, yang karena kenekatan saya akhirnya mau di racunin utk trip ke bromo dan sipelot, menyusul kelud ya .
Agak sedikit tidak memperhatikan sekeliling, asik sendiri, wartawan facebook tapi dia tidak pelit menggunakan mobilnya kemanapun asal masuk akal J. Kehandalannya masih harus diasah, karena ternyata gampang masuk angina huhahaha…..
Menyusul kelud dan keliling kediri ya .

XOXO
Noni

Travelista

Leave a comment