Banjarmasin , LOksado { catatan perjalanan }


 

Banjarmasin dari atas pesawat

Jalan-Jalan lagi

Sebenarnya saya paling gak suka pergi jalan-jalan dgn dibatesin waktu. 2 hari atau 3 hari trus bepergian ke beberapa spot sekaligus. Rasanya capek dan terkadang kurang dinikmatin, tapi apalah daya jumlah cuti yang cuman sedikit plus keterbatasan budget membuat bepergian ke satu tempat wisata seperti marathon .

Beberapa bulan yang lalu saya dan beberapa temen memutuskan untuk ke Kalimantan selatan, banjarmasin tepatnya. Awalnya sih karena postingan seorang temen yang bilang kalau ada pulau datu yang air lautnya bagus dan pulaunya juga sangat fotogenic. Tertariklah saya. Ehhh setelah diperhatikan foto-fotonya pulau ini ternyata kurang menarik. Hasil browsing internet plus informasi dari seorang temen { anas } kita putuskan ke loksado kalsel.

Setelah berpuluh-puluh kali email dgn anas, ngobrol lewat telp, booking hotel dgn pak amat loksado. Tibalah hari keberangkatan saya minggu lalu tgl 27 nov 09. baru kali ini saya dan rombongan { 12 orang boleh dibilang rombongan kan ? } menginjakkan kaki di banjarmasin, kecuali dini yang memang sudah pernah datang ke banjarmasin sebelumnya. Seharusnya sih begitu nyampe kita ke martapura , tapi berhubung lebaran idul adha semua toko libur, padahal udah nyiapin duit untuk memborong semua perhiasan hihihi.

O,ya banjarmasin sebenarnya tanpa banyak diketahui oleh orang2 terdekat saya, termasuk dalam urutan tinggi di my list to see before I die. Ayah saya adalah orang banjarmasin yang tidak pernah menginjakkan kakinya di kota ini ,apalagi anak2nya L. Makanya begitu saya pindah ke Surabaya, salah satu keinginan saya adalah mengunjungi kota air ini. Kesan pertama begitu menginjakkan kaki adalah PANAS yang luar biasa menyengat ditambah mobil / bis mini yang kita sewa acnya mati, belakangan baru diketahui kalau si supir { awi } gak tau cara nyalain ac-nya, tapi keberuntungan untuk kita karena di potong Rp 250.000 dari total sewa Rp 2.000.000 utk 1 malam ke LOKSADO.

Perjalanan dari Banjarmasin ke Loksado sekitar 4-5 jam. Pemandangannya khas kota-kota di Indonesia. Jalanan rusak sesekali, rumah-rumah yang lumayan rapat di daerah perkotaan, lalu sungai-sungai yang membelah jalanan dgn airnya yang berwarna kecoklatan. Udara panas masih terasa menyengat, sedikit lembab. Kami habiskan di mobil dgn mendengarkan lagu-lagu dgn suara bass yang luar biasa parahnya lalu ditingkahi suara cekikikan emon, ellen, dini , lady dan sesekali ditingkahi suara Roy. Yang lain lebih memilih tertidur, mendengarkan musik atau membaca . saya berusaha merekam perjalanan pendek ini dgn mata ngantuk plus tersadar kalo kamera saya mengalami sedikit masalah { orangnya yang bermasalah tepatnya hihi }.

Loksado adalah tujuan utama kami, tapi Karena kesalahan saya juga sih { gak pernah liat peta }. Saya merencanakan makan ketupat di daerah kandangan, kata banyak orang ketupat disini maknyoss….

Sayangnya perjalanan yang cukup menguras tenaga karena mobil gak pake ac membuat rombongan menjadi brutal dan kelaparan. Tau kan….menghadapi orang kelaparan lebih mengerikan daripada orang jatuh cinta hihi. Untunglah sekitar pukul 08.00 malam kami tiba di daerah kandangan. Beberapa rumah makan ketupat tutup karena memang hari raya idul adha.
Kami akhirnya memilih untuk makan ketupat di WARUNG KETUPAT MAYANG MERIAS. Ketupat disini rada beda dgn ketupat yang biasa saya temui di meja

 

 

 

 

LOKSADO

Loksado adalah tujuan utama saya ke kalsel. Bamboo raftingnya cukup membuat saya dan rombongan ngiler setengah mati. Dari beberapa info yang saya dapat entah kenapa gambaran saya raftingnya yahh persis dgn rafting-rafting biasa dgn arus sungai yang sedikit ganas + kedalaman sungai yang mencapai 3 meteren or lebih. That;s why saya gotong-gotong life vest dari Surabaya ke loksado , warnanya orange ngejreng pula. Cukup membuat saya dihhina-hina sepanjang perjalanan hihihi.
Tapi sejujurnya saya mengharapkan hujan deras waktu rafting. Entah kenapa begitu melihat air sungainya, saya udah pengen banget rafting sambil ujan-ujanan dan membiarkan bamboo kami terhempas-hempas, sayang walo cuacanya mendung di pagi hari { dan saya dalam hati memohon –mohon hujan } ehhhh malah bersinar terik di siang hari walo dengan langit yang tetap flat alias putihhhhhh…..

Oya sebelum bamboo rafting kita sempat sarapan dulu di warung kecil seberang hotel , saya nginep di wisma loksado . warung kecil yang menyediakan mie rebus or goreng dgn rasa yang “ aneh “. 12 orang protes makanannya gak enak hihihi. Buat yang suka motret pagi-pagi gini mejeng aja di pinggir sungai. Banyak objek bagus, rata2 sih human interest.kamu pasti suka deh . kalo yang pikirannya ngeres…boleh juga sih mejeng disini liatin anak-anak cewek mandi di sungai .

DESA DAYAK DI LOKSADO

Kalau saya tidak salah dengar, ada 7 desa dayak di daerah pegunungan meratus loksado. Tapi ya
ng bisa saya kunjungi hanya 2 desa saja, itupun sudah termasuk desa yang sudah tersentuh barang-barang modern seperti TV, motor, radio, HP jadi kesan traditional terhapus sudah. Cuman tetap saja mereka orang-orang yang polos dan baik hati.

Desa pertama yang kami datangi adalah desa Haratai. Ada dua buah balai disini. Lumayan panjang. Balai adalah rumah adat dayak. Bangunan panjang yang dipergunakan untuk kegiatan serbaneka. Pagi itu bangunan-bangunan itu sepi. Kami langsung menuju air terjun haratai dgn mengendarai ojek. Jalannnya cukup bikin empot-empotan. Ada beberapa jalur yang licin dan mengakibatkan flo jatuh ketimpa motor dan kakinya mengenai knalpot motor sampeh “nyonyot “. Kasian flo .

didesa haratai juga ada air terjunnya loh, medannya lumayan menyeramkan, rasanya kalo naik ojek harus bener2 mencengkram si tukang ojek hihi.

Sepanjang perjalanan, ada mungkin 20an jembatan kecil yang kami lewatin. Jembatan-jembatan kecil yang cantik dgn air sungai yang mengalir jernih dan batu-batuan gunung yang menonjol berwarna hitam. So far pemandangannya cukup membuat mata adem.

Di desa haratai rata-rata penduduknya bekerja sebagai petani, memiliki kebun kayu manis atau berdagang di desanya yang kecil tsb. Hanya ada sekitar 35 kepala keluarga didesa ini. Saya pernah liat disatu foto temen bayi kecil di ayun dgn cara yang lucu, berhubung kita datang pagi-pagi kebanyakan orang tidak berada dirumah sehingga tdk ada pemandagnan yang saya inginkan. Lucky me…ada seorang bapak tua yang menemani saya ngobrol menawarkan untuk mengayun seorang bayi kecil dgn cara khas dayak, namanya GURING BAPOKONG atau tidur bergantung .

Setelah dari desa HARATAI, saya menuju Desa Malaris. Tadinya sih berencana untuk membuat gelang. Gelang2 yang katanya di buat langsung ditangan itu, cukup memikat sebagian rombongan , tapi apa daya karena si pembuat gelang sedang bepergian akhirnya tdk ada gelang yang dimaksunt. Desa malaris sama mininya dgn desa haratai. Tapi rasanya mereka lebih modern deh. Ehhh iya ada banyak babi hitam berkeliaran disini. Mulai dari induk babi hingga anak-anak babi berukuran kecil berjalan-jalna disekitarn rumah atau kaki kita hihihihi. BAMBOO RAFTING……

“ non….sebelum rafting kita makan dulu yaaaaa…..”.
Saya juga mikir pasti laper banget. 3 jam diair pasti menguras tenaga walo airnya “ cetek “ kata orang jawa huhaha. Asliiii dangkal banget. Hanya selutut. Oalahhhh life vestku tapi saya ogah rugi, at least warnannya kan emang kece banget kalo di foto yaa kan ?.

Setelah makan di warung seberang hotel. Ehhh iya kalo lagi di loksado makan disini aja, dari seberang wisma loksado warungnya sebelah kiri, gampang banget koq nemuinnya. Warungnya paling banyak jualan snack warna warni. Makanan di warung ini lumayan enak, ikan goreng, sayur papaya n sambal terasinya J.

Setelah puas ngisi perut, langsung deh bamboo rafting. Satu rakit bisa dinaikkin 2 orang, sebenarnya sih maksimal bisa 3 orang. Jokinya 1 orang. Dari awal saya pikir gak aman selain rawan terhempas-hempas, trus rakitnya kan gak ada pegangan or life vestnya, makanya repot2 saya bawa2 life vest dari Surabaya.

Ternyata oh ternyata gak separah dugaan saya. Malah tenang banget. Airnya juga nyaman banget. Dingin , bening dan tidak dalam. Sepanjang jalan saya ngayal aja ngopi, baca novel, berjemur or apalah, abis sama sekali gak ada riaknya. Kebetulan saya berpasangan dgn asep, adiknya Dian……sepanjang jalan dia merokok, bengong, foto2 narsis dgn saya, ngobrol gak jelas arahnya, nyebur-nyebur di sungai, bantuin jokinya hihihi.

Bamboo rafting atau getek kalau di Sumatra atau rakit kalau di jawa barat adalah daya tarik wisatawan yang berkunjung ke loksado. Waktu kita datang aja ada beberapa wisatawan local dan mancanegara yang juga menikmati fasilitas ini. Lebih asiknya lagi Karena jeram-jeram di sungai amandit ini cenderung kecil { gak ada malahan hihi } jadi kita bisa bener-bener menikmati keadaan sekelilingnya. Peduduk desa, jembatan gantung kecil yang cantik, batu-batu sungai , atau cabang-cabang sungai amandit yang saya curiga emang sengaja dibuat sangking cantik dan bersihnya . paling seru sih kalo liat ada yang mandi di pinggir sungai, lelaki2 bertubuh kekar { sumpahhh badan mereka berotot dgn perut rata }, anak-anak kecil yang berenang sambil tertawa-tawa, sekumpulan kelurga yang menggunakan alat snorkeling lucuuuuuuuuuuu nyari ikan atau udang { gak jelas }

LONTONG ORARI

Jadi inget masa-masa nyokap saya tergila-gila main orari hihi, ketularan juga sih. Mama…carli…papa….romeo…..krik…krik…..
Lontong orari adalah salah satu tempat wiskul or wisata kuliner di banjarmasin. Kita datang kesini udah kemalaman, jadi menu yang tersedia juga terbatas sekali. Tinggal ikan gabus dan telur . tapi tempatnya masihhhhhh rame J.

Lontong yang biasanya berbentuk panjang kali ini dibentuk segittiga tak simetris hihi, rasanya emang enak. Kuahnya yummy…….kuah santan dan sayur nangka mudanya juga enak, secara keseluruhan lontong ini layak untuk di rekomendasikan ke orang2. selain lontong ada nasi kuning dan beberapa menu lainnya { lupa }.

FLOATING MARKET atau P
ASAR TERAPUNG LOK BAITAN

Di banjarmasin ada 2 pasar terapung. Satu pasar terapung tempat syuting KliP RCTI , dan yang satunya lagi LOK BAITAN. Menurut info anas sih lok baitan lebh besar, lebih natural dan lebih rame. So…we follow him ajalah .

Pagi-pagi….yupe…as usual pasar terapung selalu ada pagi hari . jadi kita bangun jam 04.00 pagi { wita ya }, trus jam 04.45 udah jalan kaki dari hotel ke dermaga sungai lulut. Dengan menaiki KLOTOK, maka perjalanan pun dimulai. Pagi itu sih sebenarnya cuaca cukup cerah, langit berpendar-pendar dari warna kegelapan menjadi purple tapi..entah kenapa di tengah perjalanan malah mendung dan langit putih, gak beruntung bagnet.

Well…saya mau cerita dikit sepanjang perjlanan dari dermaga ke lok baitan. Terus terang saya miris, semua juga begitu sih. Bayangkan aja rumah mereka itu hampir rubuh, lalu kegiatan MCK di tempat yg sama dgn air sungai yang berwarna coklat. Berbanding terbalik dgn keadaan sungai di loksado. Seriusss…bisa gak sih bayangin wc terapung lalu mandi ,sikat gigi, cuci baju, cuci makanan dll di tempat yang sama ??.

Ada satu spot utk hunting sunrise sebenarnya di lok baitan, tepatnya di jembatan lok baitan , tetapi berhubung cuaca jelek, kami langsung menuju pasar. Tempatnya sih biasa aja. Banyak ibu-ibu dgn perahu kecil dgn dagangan yang beraneka ragam. Oya kebetulan saya sdh pernah ke floating market yang ada di Thailand, nahh…..terus terang disini jauhhh lebih menarik dan natural tapi……..yah…ada tapi loh…kalo di Thailand, mkn emang udah sadar wisata banget, selain banyak bule cakep seliweran dgn perahu sampe bisa senggol-senggolan, dagangan disana jauhhh lebih menarik hihi. Bayangkan aja ada jualan LV di pinggir sungai, lalu ada boxing { kayak tinju gitu }, pertunjukan ular kobra dan banyak lagi makanan yang dijual, jadinya gak bosen. Trussssss wisatawan juga bisa ikutan nyewa perahu kecil dan muter2 untuk belanja. Jadi keadaan sungai bener2 macet dan rameeeeee banget, terutamaaaa rame laki bule hihihihihi.

Kalo di lok baitan, mungkin karena belum terlalu di explore, dan masyarakan juga belon sadar turis banget, jadi yahhhh ala kadarnya aja. Sayur2an , buah emang masih segar dan full colour tapi hanya sebatas itu { atau mkn saya yang gak tau }. Tapi two thumbs up utk rakyat kalsel , mereka ramahhhhhh sekali. Difoto senyum, gak pernah marah dan kalo kita Tanya sesuatu mereka pasti jawab. Asik yaaa J

SOTO BANJAR PAK AMAT…..

Wiskul emang lagi naik daun ya. Rasanya pasti gak akan lengkap kalo main ke satu tempat baru tanpa mencoba makanan-makanan khas daerah tersebut. Begitu juga dengan rombongan kita. Semuaaaaaa antusias untuk makan-makan. Makanan yang wajib di coba ketika tiba di banjarmasin adalah soto banjar.

Soto banjar ini ada tempatnya persis di pinggiran sungai lulut / martapura. Berbentuk rumah panggung dgn kursi-kursi plastic or lesehan. Pagi-pagi mereka juga sdh buka dan sudahhh penuh dgn orang kelaparan hihiii.

So….mampirlah kami disini, salah satunya adalah SOTO BANJAR PAK AMAT. Ada beberapa warung soto sih, tapi kita mampir ke tempat ini aja.

Sotonya sih menurut saya biasa. Ada sate, lalu soto standarlah isinya. Daging ayam, perkedel, sayuran dan dicampur nasi. Rasanya……emmmm enak aja sih hihii…tp yang seru mungkin cuman makannya di pinggir sungai aja, sungainya coklat pulaaa….jadi tambah nikmat makannya.

Setelah saya selesai makan, Ellen langsung bilang “ ninot….kamu tau gak mungkin piringnya dicuci di sungai yang coklat itu loh, masak airnya juga mungkin dgn air sungai yang sama….” . saya nyengir kuda………..soalnya emang udah masuk ke dalam perut hihihi , dan rasanya so far enak2 aja sihhhhhhhhh……

Akhir kataaaa…….sampai disini dulu ya hihihi, nanti cerita2 yang laen lagi ya, saya kan mau ke bandung *pamer *

Leave a comment