Kencan 1


akhirnya perempuan itu punya satu kencan malam minggu kemaren.

cuman blind date . awalnya males tapi karena si cowok memaksa untuk ketemu akhirnya

mereka janjian utk ketemu jam 7 malam.

pertama si cowok telat 35 menit, rambutnya merah { katanya karena dia seniman }, musik di mobilnya terlalu kencang, perempuan itu merasa sangat tidak nyaman ketika memasuki mobil limited edition milik pria itu { oya si cowok berkali2 mention soal mobil itu }.

then ketika mulai jalan si cowok kebingungan gak tau mesti kemana, padahal dia yang maksa-maksa untuk ketemuan, si perempuan mulai kesal mana dia nyetir kayak orang sinting, ngepot-ngepot melulu. diajak ke mall gak mau, diajak ngupi males, maunya nonton dohhhhhh si perempuan mulai berang .

setiap kali turun dari mobil si cowok pasti teriak ” ehhhh hati-hati buka pintunya, nanti kena mobil sebelah “. oalahhhhhhhh……………si perempuan pengen segera membanting-banting mobilnya yang mengkilap itu.

1 jam setelah jalan, si cowok mulai gombalin si perempuan

” aku pikir aku suka kamu deh, mata kamu bagus “

” o,ya ? baru juga ketemu . gombalinnya yang lebih asik aja deh “

” aku serius, aku pengen serius kenal kamu. kamu mau kan kasih kesempatan “

” oya?? secepat itu, aku masih males, belon juga 2 jam kenal. santai aja ok “

” aku takut kehilangan kamu, sejam ini aja kita jalan rasanya udah ratusan kali kamu terima telp dari cowok-cowok, aku gak mau lagi kayak gini, aku mau kamu cuman jadi milik aku aja”

ok………baru satu jam aja dia udah ingin membuat si perempuan itu menjadi property pribadinya. si cewek cuman senyum-senyum garing aja. merasa mulai jengah dan bingung mesti ngapain. kepalanya sibuk berfikir apa yang mesti dibuatnya dengan laki-laki yang menjerit ketika pintu mobil dibuka, mengingatkan dia berkali-kali utk tidak mengotori mobilnya, dan yang paling gila dengan tangan si cowok yang berkali-kali ingin menyentuh tangannya. dia capek berkelit dari tangan si cowok.

puncaknya jam 10 malam ketika si cowok mengantarkan pulang, sampai didepan rumah, si cowok menarik kepala si cewek dan berusaha menciumnya, kali ini tiada maaf untuk cowok kurang ajar ini, sebuah tamparan sebagai bonus diakhir kencan yang sama sekali tidak menyenangkan.

pagi ini saya dan si perempuan ini menertawakan kencan mereka yang gatot, menertawakan betapa susahnya mencari cowok baik-baik yang tidak hanya memikirkan selangkangan doang. seharusnya cowok-cowok itu juga harus memberi si perempuan waktu untuk mengenal dia lebih dekat ya kan ??? then soal selangkangan rasanya bisa menjadi hadiah yang luar biasa

Leave a comment