Memasuki lorong waktu di Semarang……
Semarang mungkin bukan tujuan wisata favorit, paling enggak ini reaksi dari beberapa temen saya begitu saya beritahukan kalau jumat tgl 13 malam nanti saya akan meluncur ke kota ini. Dari hasil browsing di internet ada beberapa tempat tujuan wisata yg sepertinya lumayan menarik .
Tgl 13 juni 08, saya berangkat dari stasiun turi surabaya dgn kereta api gumarang, di schdule saya berangkat jam 17.45 dan tiba pukul 22.30 , ternyata selain on time, saya tiba juga lebih awal, sekitar pukul 22.15 . stasiun tawang masih dipenuhi banyak penumpang, begitu keluar dari stasiun, udara hangat menyergap tubuh saya yg kedinginan di dalam kereta, dari jendela kereta tadi saya sempat liat genangan air yg ternyata adalah kolam besar di depan stasiun tawang semarang.
Selama perjalanan ke hotel merbabu di jalan pemuda, omnya Uci yg kebetulan menjeput saya dan keponakannya itu , sempat mengajak kita berjalan-jalan di kota tua, sempat melihat lawang sewu dimalam hari dan dilanjutkan ke arah gombel alias semarang atas, katanya sih bisa melihat semarang bawah, intinya cuman mau liat lampu-lampu aja, setibanya di gombel saya liat tempat ini sih lebih asik buat pacaran aja sambil makan jagung bakar dan minum kopi tubruk hihihi…….tp tetap aja melihat lampu-lampu dari ketinggian selalu menimbulkan decak kagum utk saya….
Karena sdh terlalu letih dan kehidupan malam di semarang tdk begitu semenarik surabaya saya, uci dan loni langsung masuk hotel . tidur dan bermimpi aja deh….
Tgl 14 juni 08 , jam 10 pagi kita baru beres-beres dan dijemput supir menuju ke gereja bleduk. Aneh deh…begitu memasuki kawasan kota tua, saya merasakan terseret-seret memasuki lorong waktu, padahal persis didepan gereja bleduk yg tersohor itu , masih dgn gedung lama ada restoran ayam bakar cianjur tempat uci dan loni kemaren dinner. Kita sempat foto-foto sebentar disini . gerejanya bagus dan saya paling suka dgn bentuk kubahnya yg berwarna merah bata, kebetulan cuaca pada hari itu cukup cerah jadi warna merah dan biru bersanding dgn sangat harmonis.
Jalanan di sekitar kota tua terbuat dari faving block { bener gak sih tulisannya ?}, menarik sekali, lorong-lorong kecil dgn bangunan tua yg sedikit diselimuti lumut atau tembok tua yg mulai terkelupas sehingga kita bisa melihat jelas bata-bata merah. Tukang becak malas yg terus tertidur di becaknya atau sekedar melihat orang-orang tua yg sibuk berceloteh menceritakan kenangannya di masa lalu. Begitu santai dan waktu tdk berjalan dgn tergesa-gesa di kota ini, lambat sehingga saya bisa menikmatinya dgn begitu perlahan.
Dari gereja bleduk, kami beranjak ke the famous LAWANG SEWU. Tdk ada suasana menyeramkan begitu kami memasuki halamannya, hanya nuansa muram, sedih dan berantakan { sayang sekali ya, gimana kalo dibuat saja taman2 disini }, dipintu masuk ada beberapa orang penjaga / guide yg menyapa ramah. Tiket masuk Rp 5000 utk satu orang, selanjutnya seorang ibu tua menemani kita berjalan-jalan disekitar kompleks lawang sewu. Gelappppppppp dan dingin , di pintu masuk tergeletak seekor anjing malas yg cuek dan tetap tertidur dgn matanya yg berkedip-kedip tdk perduli dgn banyaknya tamu yg datang siang itu.
Lawang sewu dulunya adalah stasiun kereta api , pantesan aja banyak sekali pintu, tp saya cari-cari relnya gak ada, bkn stasiun kali ya tp kantor kereta api hihi. Selanjutnya pernah dipakai sebagai penjara bawah tanah tepatnya di ruangan penyerap air gitu deh kalo gak salah . jadi dibawah tanah sana ada lorong2 yg bisa menembus ke pelabuhan dan kantor gubernur. Spooky yaaa……….??
Setelah berkeliling-keliling dan berfoto-foto , kami masih bermalas2 di jendela besar di lawang sewu, gedung ini cantiiiiiiiik sekali terutama kaca-kaca besar yg gosipnya pernah ditawar 40 M oleh orang singapore . si ibu masih menjelaskan kalau gedung ini juga dipakai utk syuting AYAT2 CINTA dan apa Kuntilanak gitu deh, sayang kurang terawat dan terlalu gelap . gedung cantik yg tersia-siakan, mestinya harus ada yg memolesnya sehingga lebih cantik lagi J
Dari lawang sewu karena tdk punya perencanaan mau ngapain , akhirnya kita putuskan ke klenteng sam pho khong, dari semarang ke arah kelenteng hanya sekitar 30 menit, sayang begitu sampai disini hujan dan kita hanya sempat berfoto-foto di pintu gerbang besar berwarna merah .
Perjalanan dilanjutkan ke SALATIGA, kebetulan supir kita hanya bisa sampai jam 13.00 siang, sore hari dia baru bisa jemput kita lagi. Untungnya ada Ari dan mas Khoko yg jemput dari klaten dan janjian ketemuan di salatiga.
Hampir jam 2 siang, perut sudah setengah mati kelaparan, akhirnya diputuskan utk lunch di kopi banaran, sebuah restoran yg menyenangkan karena lengkap dgn kolam renang, camping ground, musholla dan makanan enakkkkkkkk !!.
Yah..paling enak itu tempe mendoannya, pisang goreng madu, kopi tubruk dan yg paling tdk enak adalah nasi timbelnya karena daging ayamnya kecillllllllll banar L.
Dari kopi banaran tadinya mau ke rawa pening tp karena kita semua pening apalagi kepala dan pundak saya terasa sangat berat setelah keluar dari lawang sewu, akhirnya kita semua memilih utk ke bandungan dan candi songo a.k.a candi sembilan. Sebelumnya ari dan mas khoko singgah di unggaran utk beli oleh2 tahu bakso. Kayanya sih enak tp karena kita semua sudah kekenyangan tahu bakso gak ada yg menyentuh.
Dari unggaran kami menuju badungan, dalam kepala saya mkn tempat ini seperti puncak atau ketep pass di magelang, ternyata hanya daerah pegunungan dgn udara sejuk yg tdk begitu menarik. Biasa banget tp banyak banget hotel disini, dgn warna- warna mencolok . karena bandungan lagi penuh sesak dgn anak2 smu yg beru selesai ujian, kami melanjutkan perjalanan ke candi songo. Langit gelap dan cuaca sangat dingin.
Di candi songo yg sesuai dgn namanya tentu punya 9 candi yg letaknya berjauhan sampai di atas bukit. Saya gak menemukan guide disini, dan kompleks candi ini dipenuhi dgnn pedagang sate kelinci, pernik-pernik, tukang bakso,nasi goreng, dan banyak pedagang lagi. Mkn juga karena wiken dan libur sekolah halaman candi dipenuhi oleh anak2 pramuka yg trus bernyanyi2 sepanjang sore itu.
Sejujurnya kalo tempat ini tdk terlalu penuh dan tidak ada kabel2 listrik yg seliweran saya pasti betah disini. Candi-candi bisu yg berbau dupa terlalu dipenuhi anak-anak yg trus bergitaran dan tertawa-tawa , naik sedikit keatas dipenuhi dgn pedagang dgn terpal berwarna biru atau orange.
Cuaca mendung juga mempengaruhi pemandangan, gunung merapi yg berdiri kokoh di kejauhan di selimuti kabut putih, sedikit warna jingga terlihat malu-malu di ujung langit. Semuanya indah jika sajaaa……….{ ada kamu disini huhahaha, curhat colongan }.
Dari candi songo kita kembali ke semarang. Malam ini mau makan di nasi pecal yu sri yg katanya enak bener dan minum2 di istana wedang depan hotel kita.
Kembali ke semarang, setelah beres-beres kita masih ngotot mau nonton wayang . menurut info dari internet, wayang orang ada di istana majapahit, ternyata oh ternyata sudah susah sekali menemukannya karena kita berlima bkn orang semarang dan gak satupun membawa peta, istana majapahit sdh tutup, wayang orang dipentaskan di gedung griss katanya, setelah kita temukan gedung griss sdh menjadi hotel, sebal !!
Dari sini kita langsung ke simpang lima, kebetulan nasi pecal yu sri yg ramai itu ada di dekat mall simpang lima. Nasi pecal yu sri ini tdk menyediakan ayam tp ada keong sate hitam-hitam yg enakkkkkkkk banget { ini halal gak sih ?? }. Saya pesan nasi pecal dgn telur ceplok { huh, kenapa bkn dadar ya } dan hati ayam. Loni pesan sate keong yg enak banget ternyata hihi. Pantesan tempat ini gak ada sepi-sepinya, rameeeeee trus.
Dari yu sri mulai mati ide, perut penuh dan masih terlalu siang utk kembali ke hotel, sementara istana wedang itu depan hotel kita. Mulai deh bergaya gila-gila, dari mulai makan gula-gula pink, berfoto2 dgn balon-balon sabun , dan akhirnya mati bosan, simpang limaaaaa rame setengah mati tp koq gak ada yg cakep ya hahaha…
Ja
m 10 kita ke istana wedang, ngotot harus ke sini karena katanya si bondan winarno pernah kesini dan merekomendasikan satu minuman yg enakk tp ternyata saya gak suka karena rasanya sih gak terlalu istimewa , biasa aja J
So…..jalan2 hari ini ditutup dgn pergosipan aja ya di kamar hotel, saya sukaaaa sekali kota tua disemarang, jalan2 di lorong2 kecilnya, es cream di restoran oen yg enak dan tentu saja denyut kota yg berjalan sangat lambat sehingga membuat suasana terasa sangat santai dan malas ….
Emmmm what a lovely semarang, tempat saya seharian penuh bertanya2 dalam hati tentang satu nama yg mungkin hari ini sibuk saya pikirkan trus menerus. Yah…saya merasa terseret2 ke lorong waktu, bertanya2 apakah dia menghabiskan hari2nya di sekolah ini, di ujung jalan itu, atau mungkin pergi berkencan di restoran tua di ujung hotel saya ?. entahlah……..gak penting juga bukan