Semua masih sama…..


Akhirnya pada suatu sore setelah maghrib perempuan itu memutuskan utk mendatangi rumahnya. Mengirimkan sms utk dijemput dan memasuki rumah baru pria yg tinggal bersamanya hampir 2 tahun belakangan ini. Rumah yang hangat , dari balik jendela perempuan itu melihat rumah itu berantakan, berserakan dan penuh kardus-kardus lecek.

Yah….dia datang karena lelaki itu menginginkan dia melihat rumah itu dan membantunya utk beres-beres. Pekerjaan domestik yg disukai perempuan itu. Begitu memasuki rumah berkeramik peach hangat itu, perasaannya sedikit menghangat. Menatap rumah itu seolah menimbulkan rasa lapar . lapar karena rindu dgn semua yg dulu dimilikinya.

Kaki perempuan itu melangkah ke kamar belakang, rumah itu besar, 5 kamar , di kamar belakang dia menemukan kardus tempat buku-bukunya disimpan . hati-hati dibukanya kardus tsb, beberapa buku terlihat kusut karena saling tumpah tindih, seperti membuka kado, dicobanya utk merampihkan kembali, menata dan mengusap kertas-kertas yg tertindih satu sama lain itu, berharap bisa kembali seperti semula.

“ masih banyak buku yg belum selesai dibaca ya??. Malah ada yg belon dibaca tuh “. Didengarnya suara laki-laki itu dari kejauhan. Dadanya sesak, rasanya ribuan air mata ingin melompat keluar .

“ dimana ya bagusnya lukisan ini dipasang ??. sebenarnya sih model rumah ini hampir mirip rumah lama, jadi yah susunan barang2nya masih sama “. Perempuan itu tersenyum miris, entahlah , dia menginginkan semua ini tp rasanya semangkin jauh .

Yah….perempuan itu masih mendengar dgn jelas, suaranya yg keluar pelan-palan dan sedikit ragu karena harus memberi ide yg sangat intim utk rumah itu.

“ gimana kalo lukisan disana, cermin besar disini, lampu itu di sudut, yah…meja itu disana aja, gimana kalo lukisan barong itu disini, emmm……kaligrafi itu sebaiknya disini aja ya???. Ok….gordennya bagus juga. Kenapa rak sepatu ada disini ?? pindahin aja ke belakang ya ???. emmmm di kamar cukup 1 lukisan aja “. Berkali-kali mereka harus berdekatan. Rasanya seperti mengulang ratusan hari yg lalu ketika harus membeli, menyusun, merancang dimana benda-benda itu di letakkan. Mereka masih tertawa terbahak-bahak mengingat cermin besar yg berat itu digotong-gotong dari kasongan ke surabaya dgn naik kereta api malam.

Dan perempuan itu harus berkali-kali mengusap air matanya, semua benda masih sama, semua masih menimbulkan getaran yg sama ketika disentuh tangannya. Dia masih mengingat dgn jelas kumpulan kerang-kerang kecil yg selalu mereka bawa setiap kali pulang dari bepergian ke laut, masih diingatnya ikan cupang merah di aquarium kecil yg dibeli di pasar ikan malam di sebuah sudut jalan , masih diingatnya topi lebar warna warni yg dibeli di mirota dan dibawa dgn susah payah., lukisan-lukisan, beberapa hiasan dinding, patung-patung kucing kesayangnnya, kain-kain tenun dari daerah timor yg masih membungkus sofa hangat tempat mereka bergelung malam-malam sambil nonton TV.

Mereka masih minum juice dari gelas yg sama, masih melihat tempat tidur berwarna merah menyala , masih menemukan beberapa gaun pesta dan kebaya di lemari baju yg ditinggal, masih menemukan sepatu , tas besar , foto-foto dgn wajah konyol yg diletakkan di meja TV . hah…..semua kenangan emang menyakitkan .

Yah….mereka masih berpelukan malam itu, didengarnya lelaki itu berbisik lirih

“ you should be here…………I’m sorry “

Sayang….kalau ini cuman sebuah cerita, perempuan itu pasti ingin menjadi sutradara yg membuat semuanya jadi gampang. Membuat hati si perempuan itu penuh cinta, membuat semua berubah menjadi lebih indah, sederhana dan gampang . bukan dgn jalan berliku-liku yg menyakitkan buat mereka berdua.

“ kukenang hari-hari sebelum kukenal dia, ketika aku tdk pernah merasa begini risau “

{ sebuah cerita yg gak penting sebenarnya……….}

Leave a comment