lelaki itu seperti seorang raja…
memberi tintah kepada selirnya
si selir ketakutan dan patuh kepada tintahnya
atas nama cinta
si selir menurut dan tdk melawan sang raja diraja
cinta yg tiba-tiba dipertanyakan si selir malang itu
sang raja tdk mampu menjawab
hanya mampu memberi tintah dan memberi hukuman jika si selir melawan
kesian sekali selir itu
kalau saja dia mau pakai otak, tdk perlu menikah dgn raja di raja
dia bisa menikah dgn petani berwajah tulus dikaki gunung sana
yg bisa mencintainya dgn tulus tanpa trus memberi tintah dan ancaman