kisah si burung kuntul…….


Kisah si burung Kuntul……..

Alkisah zaman dahulu ada seekor burung kuntul jantan yg jatuh cinta dgn si burung kuntul betina. Si burung kuntul jantan bener-bener jatuh cinta dgn si betina. Dia bernyanyi dgn suaranya yg parau utk memikat hati si betina, memamerkan bulu-bulunya yg berkilauan utk menarik hati si betina dan menyiapkan sangkar yg indah utk rumah bercintanya nanti.

Si betina tdk kalah tertariknya dgn si jantan. Diam-diam dia selalu tersenyum tiap kali si jantan menyanyikan lagu cinta utknya, mengagumi bulu-bulu indah milik si jantan dan mendambakan rumah bercinta akan menjadi miliknya, tetapi sayang sungguh sayang kedua mahluk ini merasa gengsi utk menyatakan cintanya.

Pernah suatu kali si jantan memberanikan diri utk tinggal dan menclok di samping si burung betina, mencoba berbicara tentang cacing yg nikmat dimakan sore hari ketika senja turun, berbicara tentang petani tua yg menggarap sawah tempat dimana pohon besar dimana mereka hinggap saat itu, berbicara tentang tikus sawah jahat yg selalu diburu-buru petani bahkan mencoba melucu tentang padi yg semangkin merunduk karena bulir-bulirnya yg kegendutan.

Si betina merasa sangat bahagia berada di samping si jantan, hatinya membuncah, jantungnya berdisko dangdut, bulu-bulunya merekah cantik dan matanya bersinar begitu bahagia, tetapi si betina sangat malu dan gengsi ketika si jantan mengajaknya menikmati sore di beranda sarangnya. Dia menggelengkan paruhnya dan terbang terburu-buru meninggalkan si jantan yg kebingungan.

Burung kuntul jantan begitu berduka, cintanya hancur, hatinya berdarah. Dia begitu mencintai si burung kuntul betina tp terlalu gengsi utk berusaha sekali lagi mendekati si betina cantik nan sombong itu.

Burung kuntul betina begitu merindukan si jantan, hatinya menyesal menolak tawaran si jantan. Ingin rasanya dia berteriak ke dewa-dewa penguasa alam semesta agar memberikan sekali lagi kesempatan kepada si jantan utk mendekatinya. Dia berjanji tdk akan menolaknya. Burung kuntul betina begitu mendamba.

Hari-demi hari berlalu, musim kawin tiba. Burung kuntul betina tdk tahan utk trus berdiam diri, suatu pagi dimana sekawanan burung gereja bernyanyi, mentari bersinar hangat menerobos daun-daun , dia memberanikan diri utk mendatangi sarang burung kuntul jantan. Dia menghias dirinya, mengembangkan bulu-bulunya yg cantik , menggosok paruhnya dan menyiapkan nyanyian terindah utk si jantan.

Tetapi sayang sungguh sayang, si jantan menolak si betina. Hatinya terllau sakit oleh perlakuan si betina sore itu. Si betina begitu malu hati, harga dirinya sebagai burung kuntul cantik begitu dinodai, kesal, marah, dendam menghantui dirinya. Sungguh sayang walaupun dia ingin benci rasa cintanya begitu besar pada si jantan.

Malam-malam berlalu, musim kawin berlalu, si jantan begitu menyesali nasibnya dan emosinya . dia menyesal membuang kesempatan utk mendapatkan belahan jiwanya. Hatinya begitu sunyi tanpa nyanyian si betina, dia begitu merindukan tatapan mata si betina. Detik demi detik berlalu begitu lambat. Kali ini si jantan memberanikan diri utk mengajak si kuntul betina bercinta dan hidup bersamanya di sarang bercinta miliknya.

Dgn rasa yg begitu besar, dgn cinta yg meluap-luap , datanglah si kuntul jantan ke sarang si betina, sayang……begitu melihat si jantan, kuntul betina langsung menutup rapat sarangnya, menulikan telinganya dan membisukan mulutnya. Sampai hilang suara si jantan , kuntul betina tdk mendengar dan tdk bergeming.

Musim kawin tiba lagi, kuntul betina tdk bisa melupakan cintanya. Dia kembali mendatangi sarang si jantan, berharap si jantan melupakan perlakkuannya. Sayang begitu melihat si betina , kuntul jantan melakukan hal yg sama, menutup pintu, menulikan telinga dan membisukan mulut……………hingga si betina pulang ke rumah dgn tanggisan air mata yg memilukan.

Begitu terus sampai muncul kuntul-kuntul baru di sawah tempat mereka tinggal, kuntul-kuntul kecil yg berjemur di sungai kecil yg membelah sawah . kedua kuntul sombong itu trus menerus main kucing-kucingan. Tdk juga mereka temukan rasa yg bisa membuat cinta itu lebih gampang dan indah. Mrk menyakiti diri sendiri utk sebuah perasaan gengsi. Kuntul – kuntul itu mati dgn kesombongan dan kesendiriannya. Sayang…cinta mereka terlalu mahal utk bersatu…..:(

cinta memang butuh perjuangan , tetapi utk suatu kebahagiaan, kenapa harus malu dan enggan utk melakukannya *. { moamar emka }.

Leave a comment