Friday, September 29, 2006
For the first thing you worry about after saying“I love you” is whether you’ll hear it back. And if you hear it back, then you begin immediately to worry that the love you have just found, you will lose. And so all action becomes a reaction, defense against loss, ecen as you seek to defend yourself against the loss of God. { unicorn mencari cinta }
Ahhhhh saya juga lagi sibuk mempertanyakan rasa yg ada. Setelah hampir setiap saat dia bilang I love you dear, trus ketauan juga ngomong I love u ke yg laennya, hati saya meradang. Sangat menyakitkan ketika mengetahui kekasih hati yg sepertinya jinak kayak anak kucing ternyata menyimpan kebusukan. Saya punya ribuan stock maaf utk dia, tentu saja karena saya sendiri juga bajingan. Tp ketika seorang bajingan mencoba memperbaiki diri dan disakitin rasanya lebih sakit deh J
Seminggu ini saya selalu berharap-harap cemas, akankah cinta ini berakhir drama, lagi , lagi dan lagi. Capek soalnya. Rasanya kenapa hidup percintaan saya tdk pernah simple aja ya??. Menemukan dan ditemukan or ditemukan dan menemukan yg bener-bener aja, kenapa sih selalu aja ada fase yg bikin saya mesti nangis-nangis darah, meradang dan terluka. Hei…tahukan kamu saya tdk sedang iseng saat ini, tahukan kamu…saya sangat menginginkanmu. Seringkali saya berharap bisa membaca apa yg ada difikirannya, apa yg ada di otaknya ketika mengatakan I love you baby….apa sih ???
Aku mungkin belum jatuh cinta tp aku sangat ketergantungan denganmu. Addict or cuman terbiasa. Terbiasa mendengar suara cemprengnya pagi-pagi, terbiasa mengirim sms sekedar bertukar kabar disela kesibukan kami masing-masing, terbiasa menghubungi dia ketika waktu makan siang, mendengar dia bercerita or mendengarkan saya membagi cerita saya sesiangan itu, terbiasa juga utk trus berbicara dari sore hingga malam menjelang tidur. Saya mulai sangat nyaman ketika mendengarkan dia mencium saya dari balik telp. Cintakah itu ???
ada sebersit sedikit perasaan menyesal. Bukankah waktu itu Tuhan hampir menyelamatkan saya dari kesakitan ini. Ehh Dia kasih saya rasa yg hilang ketika kami bertemu pertama kali. Tp seperti biasa, saya adalah orang yg bilang bisa utk semua yg tdk mungkin. Saya perhatikan dia, mencari-cari alasan sehingga saya bisa mencintainya, mencium dia utk mencari tau apakah ciumannya enak, emm yahhhh lumayanlah bikin saya gak berhenti-henti utk trus menciumnya, hingga bibir terasa bengkak memerah semu.
kekasihku, kenapa sih kamu gak kasih saya cinta yg simple aja. Sesimple pertemuan kita, kenapa sih, kamu kasih saya rasa yg begitu belang-belang ini. Saya kan udah bilang capek trus disakitin, apakah begitu nikmatnya menyakitin saya . iyaa…saya pernah bilang kekamu saya masochist lover, tp rasanya gak perlu kamu menyakiti saya tanpa sisa.
Inget gak kamu pernah bilang “ duh..susahnya mau bahagia ma kamu, ribet banget “. Saya pikir kita tdk akan pernah akan bahagia apalagi dgn isi kepala yg makin hari makin meleleh . haruskah saya trus bersama kamu, hari ini , besok atau beberapa tahun lagi ??. to be honest saya mau, mau banget sayangku…tp bisakah aku melupakan luka itu ?? emmmmmmm big question in my head .
