Day 01, sabtu 22/09/07
Rencananya berangkat jam 7 pagi tp ternyata jam 08.00 saya baru Bangun, packing, beres-beres means bawa beach chair, pancing, makanan, biscuit utk berbuka dan tentu saja topi pantai dan perlengkapan liburan lainnya.
Bagitu tiba di pelabuhan tanjung perak surabaya, tanpa menunggu terlalu lama kita bisa langsung masuk ke ferry yg akan menyebrangkan ke pulau madura. Info dari majalah tamasya tariff utk mobil sedan, mini bus Rp 35.000 dan person Rp 3.500 tetapi pada kenyataannya tarif utk mobil sedan dan mini bus adalah Rp 60.000, harga yg mahal utk sekali menyebrang ke madura yg hanya sekitar 25 menit saja. 
Tdk perlu menunggu lama, ferry langsung bergerak menuju madura, arus selat madura yg tenang membuat perjalanan tdk berasa sama sekali, sempat foto-foto di anjungan { ok ini istilah utk atap ferry kan ?? } dan ngobrol dgn juru mudi di ruangannya yg kecil dan bersih, tdk perlu berlama-lama menunggu segera ferry ini tiba di kamal madura.
Dari kamal saya dan abang menuju sampang, Karena berniat utk menginap di pantai camplong di sampang. Sepanjang jalan kebetulan saya yg mengemudi, awalnya sih asik-asik aja walau madura sangat panas dan tandus tp begitu memasuki pasar, emosi seorang supir emang di uji. Semua kendaraaan mulai
dari sepeda, motor, mobil, truk, colt, kuda dan sapi memenuhi jalan, yg bikin stress orang-orang ini berhenti or jalan sesuka hatinya saja, pengen maki-maki tp takut dicelurit hihi….
Dari kamal menuju sampang sekitar 1.5 jam mengendarai mobil., ditengah jalan disekitar bangkalan saya menemukan ladang
tembakau yg hijauuuuuuuuuuuu, gak tahan buat gak foto-foto, emang sih madura ini adalah satu daerah yg juga terkenal dgn tembakaunya. Istilah the tobacco country pantas disandang oleh madura.
Tanah merah, tandus, panas mungkin mempengaruhi karakter orang madura sendiri, dari awal begitu saya bilang mau ke madura, banyak orang yg mulai menakut-nakutin dan emang iya, saya sendiri sempat kecut dan takut utk protes atau bersikeras dgn orang jika bermasalah di jalanan.
Begitu memasuki daerah sampang, terlihat pantai camplong . menurut info mas nurdin, pantai camplong lumayan cantik , dgn pantai dari tanah liat dan maaf banyak tokai dan saya membuktikan kalau itu semua sudah berubah, sebelum
memasuki hotel camplong kita sempat berhenti di pantai camplong, banyak perahu nelayan, seorang nelayan yg sedang menyebarkan jarring, garis pantai yg panjang dan lurus serta pasir kecoklatan yg halus sehalus tepung terigu. Cantik !!!!!. oklah memang tdk spektakuler seperti karakter pantai-pantai di selatan tp trus terang pantai ini malah sangat menarik dgn ombak yg tenang, warna air hijau kebiru-biruan dan tentu saja matahari yg bersinar sangat terik.
Setelah puas foto-foto, repot-repot dgn topi pantai saya yg lebar dan melayang kami memasuki CAMPLONG BEACH RESORT. Utk yg mungkin pengen nginep di camplong bisa menginap di tempat ini . fasilitasnya lumayan ada restoran, room service,meeting room, karaoke, mandi pantai dgn jumlah kamar sekitar 30 kamar. Rate kamar mulai Rp 110.000 – Rp 210.000
terdiri dari standard room sampai suite . alamatnya :
hotel wisata camplong
Sampang – Madura
Telp : 0323 -321570, 321586 , 321568
Setelah check in dan dipaksa beli jambu air yg emang banyak banget di madura, saya mulai bergerak ke daerah sumenep tepatnya mencari batik madura dan ukiran madura di desa kalduruk. Sayangnya kebanyakan ukiran dalam bentuk furniture yg emang cantik banget dan mahalllllllllllllllll!!
Dari ukiran madura, kita menuju batik tulis melati didaerah sumenep. Batik tulis milik hh.zaini ini emang terkenal dimana-mana. Si pemiliknya yg emang ramah ini sudah masuk ke beberapa majalah traveling seperti Batavia air, tamasya dan masih banyak lagi. Harga batik tulis bervariasi antara Rp 35.000 – Rp 2.600.000. Utk sarung bisa didapat dgn harga mulai Rp 35.000 dan selanjutnya terserah anda, saya hanya membeli kerudung orange seharga Rp 40.000 dan beberapa kain batik utk kebaya melayu. Semua cantik dan semuanya batik
tulis, si bapak emang menolak dgn keras batik cap yg saya yakin harganya bisa lebih murah lagi hihi.
Di tengah perjalanan sempat melihat ada serombongan pemuda dan beberapa laki-laki tua bergerombol di arena pacuan sapi. Awalnya saya takut utk berhenti Karena ada informasi utk melihat latihan karapan sapi kita mesti bayar, ternyata gak tuh…..
Didaerah ini saya harus menarik kalimat saya sebelumnya kalau orang madura itu kasar dan cuek, karena mereka sangat ramah, memberi saya tempat utk melihat-lihat sapi , ngobrol ngalor ngidul dan memberikan saran dari mana saya seharusnya mengambil foto yg aman ketika sapi berlari kencang. Sayangnya saya kurang tertarik dgn acara penganiayaan sapi-sapi ini, fyi aja yaaaaa..sapi2 itu dipecut dgn tongkat yg dipenuhi paku2 kecil sehingga badan si sapi berdarah-darah. Jahat banget !!!
Dari batik tulis, kami menuju sumenep. Sumenep sendir isepertinya adalah kota yg paling ramai dan paling menarik di madura. Awalnya ingin ke kalianget utk melihat ladang garam tp berhubung sdh jam 4 sore dan saya masih bernafsu utk mendapatkan sunset di camplong sehingga kita membatalkan utk ke kalianget. Di sumenep cuman sempat ke mesjid jamik yg
cantik banget, foto-foto sebentar dan selanjutnya kembali lagi ke
camplong. Soalnya utk ke keraton sumenep or ke museum sdh terlalu sore dan sebentar lagi pasti akan gelap.
Dari sumenep ke camplong., air laut sudah mulai pasang, kali ini
warnanya perak berpendar-pendar cantik karena ditimpa sinar matahari sore, langit madura yg biru dgn awan-awan putih mulai dihiasi warna merah jingga, cantik . sayang saya tdk sempat melihat sunset. Hanya dari jauh melihat matahari terbenam. Madura yg panas mulai dingin dan sepi. Sangat sepi malahan.
Sekitar 5 km sebelum hotel , saya sempat terperangkap dipasar, kali ini pasar dipenuhi ibu-ibu yg berlarian mengambil ikan dari nelayan-nelayan yg baru turun dari laut. Trus terang I don’t like this market, terlalu sesuka hati, terlalu berantakan dan terlalu sangar.
Sampai di hotel, buka puasa, beres-beres dan mulai kaget karena angin laut bertiup sangat kencang. Td sih berniat makan malam di hotel saja, mengingat mereka menyediakan ikan bakar tp abang ngajak ke kota sampang. Yahhhh gak ada salahnya utk nyobain ke sampang dan ternyata ini kedua kalinya saya pergi ke daerah laut yg sama sekali tdk ada restoran yg
menyediakan ikan bakar. Aneh !!
Kita nyobain soto sumenep { baca di jurnal kuliner aja ya } yg enak banget, dan akhirnya balik ke hotel tetapi jg hotel kehabisan ikan. Perjuangan utk makan ikan sebenarnya. Akhirnya beli ikan mentah di pasar tanjung { pasar berantakan tadi } , 4 ekor kerapu ukuran kecil, 1 ekor cumi ukuran sedang dan 1 ekor kakap Rp 20.000 saja. Tp upah masak di hotel beserta minuman Rp 51.000 hahaha…….
Setelah makan, transfer foto ke laptop dan mulai tdk menyukai angin laut yg bertiup sangat kencang, akhirnya saya putuskan utk tidur dan siap-siap utk sahur jam 3 plus melihat sunrise di camplong…..
See u tomorrow guys…………….ZZZZZZZZZZZZZZZZ
