<o:SmartTagType
<o:SmartTagType
<o:SmartTagType
Catatan perjalanan { Sby – KL } – 16-17 agustus 2007
Sore-sore dgn kebaya lengkap terperangkap dalam mobil ditengah
kemacetan jalanan surabaya.Laporan radio, jalanan menuju airport penuh dan saya ada ditengah kemacetan dgn tampang kusut, pesawat jam 6.30 dan tdk delayed menuju kuala lumpur.
Tks God, bisa sampai on time, setelah berganti kebaya cantik dgn
celana cargo warna khaki,t’shirt nike merah dan sandal gunung teva plus
berganti tentengan dari clutch bag penuh payet ke backpack besar plus trolley
bag ukuran sedang. Setelah mengantri sekitar 10 menit, bayar fiscal Rp sejeti
huhu dan tentu saja airport tax Rp 100.000 lalu mengurus tetek bengek di
airport, keluar bentar ketemu abang,transfer foto-foto di kamera lumix ke
laptop saya then say goodbye. Emmm can’t wait to meet my adopted sister
at KL.
Dgn air asia tipe airbus 320 A yg
sedikit lengang saya duduk dibelakang sendirian. Awalnya baca buku tp lama-lama
mulai stress karena pesawat trus bergetar-getar lumayan keras. Just information
saya phobia naik pesawat, takut setengah mati tepatnya. Makanya penerbangan sby
– Kl yg sekitar 2 jam 45 menit cukup membuat tersiksa.tp untungnya
dibelakang saya duduk tekhnisi air asia, dgn
kepala botak dan body yg tinggi besar, dia cukup membuat saya sedikit rileks.
Kita ngobrol-ngobrol soal pesawat, ngobrol rute baru air asia dan ngobrolin
majalah travel keluaran air asia yg lumayan
diisi info-info tempat wisata.
Selama perjalanan saya harus mengacungkan jempol utk pramugari air <st1:place
asia</st1:place
, mrk sangat tegas dgn peraturan utk mematikan ponsel
selama penerbangan bahkan berkali-kali mendatangi 3 oknum didepan saya yg luar
biasa dableknya kagak ngarti-ngarti kalo hp harus dimatikan begitu ada didalam
pesawat. Si pramugara sampai ngomong “ kalo bapak gak matikkan juga hp
itu, saya dgn tegas akan mengeluarkan bapak dari pesawat ini karena semua penumpang
didalam pesawat ini tdk mau mati hanya karena hp tsb”. Bravo dear !!!
Sekitar jam 10 pesawat landing di bandara LCC KL , bandara kecil yg
berdekatan dgn KLIA. Utk kelas bandara low cost carrier, saya harus akui
bandara ini bahkan lebih bagus dari bandara international ngurah rai bali.
Imigrasi kali ini gak begitu merepotkan, saya bisa lewat dgn cepat walo tanpa
senyuman. Yg bikin bete karena pesawat dari <st1:City
w:st=”on”>medan</st1:City
delayed 2 jam, saya harus menunggu loni
. diluar hujan deras disertai angin. Tp di ruang tunggu ada beberapa orang <st1:place
w:st=”on”>Indonesia</st1:place
yg juga sedang menunggu pacar atau temennya dari bali dan jkt.
Sekitar jam 11 lewat pesawat dari bali landing, penumpangnya mostly
bule atau orang-orang asia dgn dandanan yg
seru plus tentengan yg banyak banget. Pemandangan kali ini membuat saya sedikit
terhibur. Melihat orang yg mulai desperado karena gak dijemput-jemput, melihat
pasangan yg lagi tawar-tawaran taxy, melihat bapak tua dgn lukisan besar yg
berat, melihat seorang ibu dgn tas khas bali dan tentu saja melototin beberapa
bule keren dgn papan surfing hehee…
Jam 12 lewat loni masih belon jg muncul, sedikit khawatir karena hujan
dan angin masih tetap ada. Jam 12.30 saya sms dia, dan masih tertahan di
bagasi. Jam 01.00 dinihari saya baru ketemu loni, telp-telp bentar dan muncul
jimmy dan bang jali yg jemput di KL. Tadinya sih mau langsung ke <st1:place
w:st=”on”>Singapore</st1:place
tp bis paling malam jam 12 malam, kita putuskan utk nginap di rumah jimmy.
Tadinya sih jimmy nawarin nganterin ke <st1:country-region
w:st=”on”>Singapore</st1:country-region
tetapi dgn banyak alasan
dibatalkan dan kita milih naik bis. Sebelum pulang masih sempat makan di daerah
kampus inti colleage, kita jg nginep di kompleks perumahan didekat situ sih.
Jam 3 pagi baru tidur dan baru Bangun jam 08.00 pagi. Setelah beres-beres dan
tentu saja merubah itinerary perjalanan karena tadinya berencana mau naik bus
jam 6 ke Singapore tp akhirnya malah berangkat jam 12 siang karena mesti ini
– itu yg gak penting-penting.
Naik bus dari KL – Sing dgn cost 30 RM atau sekitar Rp 81.000,
bisa diambil dari pudu raya, disini ada banyak pilihan bus tp jgn pilih
consortium karena tdk ada yg merekomendasikan kalo bus ini bagus. Lama perjalanan
darat dari kuala lumpur ke <st1:country-region
w:st=”on”>Singapore</st1:country-region
sekitar 5-6 jam, soooo….sampai
ketemu di Singapore
yaaaaa, saya mau tidur dulu .
Continue