Tilang (Info)


<o:SmartTagType
<o:SmartTagType
<o:SmartTagType
<o:SmartTagType
<o:SmartTagType

Dapet dari temen nih, moga2 laen kali kalo
ditilang kita bisa ngakalin polisi2 sialan itu !!!

Buat Teman2 yang sering bepergian di wilayah Jakarta, <font
mudah2an bermanfaat !!

Sekedar info nih. Kalau kena tilang, langsung minta aja <font
<span style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: blue; FONT-FAMILY:
‘Courier New'”>Slip Biru.<span
Polisi Lalulintas itu punya 2 slip. Slip Merah dan Slip Biru. Kalau Slip Merah
, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum. Kalau kita
dapat Slip Merah, berarti kita akan disidang. Dan SIM kita harus kita ambil di pengadilan setempat. Tapi ngerti sendiri kan prosesnya? Nguantri yg panjang bgt. Belom lagi calo2 yang bejibun. Tetapi kalau Slip Biru kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. kita tinggal transfer dana ke nomer rekening tertentu (BNI kalo ga salah). Abis gitu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM kita di kapolsek terdekat dimana kita
ditilang. Misalnya, kita ditilang di Perempatan Mampang-Kuningan, kita tinggal
ambil SIM kita di Polsek Mampang. Dan denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna
Jalan Raya itu tidak melebihi <font color=#009f82 size=4
Rp. 50.000,-
dan dananya <span
Resmi
<span
masuk ke Kas Negara. Jadi, kalau ada Polantas yang sampe minta undertable
Rp. 75.000,- atau Rp. 100.000,- Biasanya di Bunderan HI arah Imam Bonjol tuh,
(sorry) but it’s Bu**S**t! Masuk kantong sendiri.

Trust me guys, I’ve been doing this before. Waktu
kena tilang di Bundaran Kebayoran (Ratu
Plaza). Saya memotong
garis marka. Karena dari arah senopati sebelumnya saya berfikir untuk ke arah
Senayan, tetapi di tengah jalan saya berubah pikiran untuk lewat sudirman saja.
Dan saya memotong jalan. Saya berhenti di lampu merah arah sudirman. Dan
tiba-tiba Seorang polisi menghampiri dan mengetok kaca mobil. Dia tanya, apa
saya tau kesalahan saya? Ya saya bilang nggak tau. Trus dia bilang kalau saya
memotong Garis Marka. Saya cuman bilang, masa sih pak? saya nggak liat. Maafin
deh pak. Tapi dia ngotot meminta SIM saya. Alhasil saya harus berhenti sejenak
untuk bernegosiasi. Dia meminta Rp. 70.000,-.
Dengan alasan, kawasan itu adalah Kawasan Tertib Lalulintas. “Nyetir
sambil nelfon aja ditilang mbak!”. Dia bilang gitu. Saya kembali ke mobil,
dan berbicara sama teman saya yang kebetulan menemani perjalanan saya. Teman
saya bilang, “Udah kasih aja Rp. 20.000,- kalo ga mau loe minta Slip Biru
aja”. Dengan masih belum tau apa itu Slip Biru, saya kembali menghampiri
pak polisi sambil membawa uang pecahan Rp. 20.000,-. “Pak, saya cuman ada
segini.” Si polisi dengan arogannya berkata, “Yaahh.. segitu doang
sih buat beli kacang juga kurang mbak”. Sambil tertawa melecehkan dengan
teman2nya sesama `Polisi Penjaga`. “Ya udah deh pak, kalo gitu tilang aja.
Tapi saya minta Slip yang warna Biru ya pak!”. Seketika saya melihat raut
wajah ketiga polisi itu berubah. Dan dengan nada pelan salah satu temannya itu
membisikkan, tapi saya masih mendengar karna waktu itu saya berada di dalam
pos. “Ya udah, coba negoin lagi, kalo ga bisa ga papalah. Penglaris,
Mangsa Pertama. Hahahaha…” . Sambil terus mencoba ber-nego. Akhirnya
saya yang menjadi pemenang dalam adu nego tersebut. Dan mereka menerima pecahan
Rp. 20.000,- yang saya tawarkan dan mengembalikan SIM saya. Dalam perjalanan,
teman saya baru menjelaskan apa itu Slip Biru.

So, kalo ditilang. Minta Slip Biru aja ya! Kita bisa
membayangkan dong, bagaimana wajah sang polantas begitu kita bilang, “Saya
tilang aja deh pak, Saya mengaku salah telah menerobos lampu merah.Tolong <font
Slip Biru
yah!”. Pasti
yang ada dalam benak sang polisi “Yaahh… ngga jadi panen deh
gue…”<span


Leave a comment