Land of 1001 Temple ( Cambodia )
Banyak yang salah kaprah dengan Negara Cambodia, paling enggak beberapa temen yang menyerngitkan dahi ketika ide mengunjungi negara ini terlontar. Dari beberapa catatan perjalanan yang saya baca sepertinya negeri yang baru merdeka tahun 1979 ini tidaklah cukup menakutkan walaupun masa lalu yang dimilikinya memang kelam, rezim Khmer Merah dan Pol Pot hiiiiiiiiii……..
Siem Reap adalah kota yang saya tuju untuk awal perjalanan ini. Golden Temple Hotel menyediakan fasilitas jemput di bandara dengan menggunakan tuk-tuk. Kota Siem Reap seperti kota Gresik . Panas, gersang, berdebu dan perjalalanan dari bandara menuju airport dipenuhi oleh deretan hotel-hotel dengan arsitektur yang sama, penasaran saya dengan penampakan Amansara hotel di kota ini.
Tentang Golden Temple Hotel akan saya bahas di lain blog. Setelah selesai mandi, sarapan dan beres-beres kami menuju kota Ankor dengan menggunakan tuk-tuk. Bener panas di Cambodia gak pake basa basi. Luar biasa…matahari bersinar sungguh terik sehingga rasanya semua penampakan berwarna putih, sangking panasnya kulit saya mulai bermunculan bentol-bentol.
Sebenarnya masyarakan Jawa dan Cambodia sudah berhubungan sejak abad ke 6, ini dibuktikan dengan ditemukannya peninggalan arkeologi serta catatan beberapa prasasti. Dan ditemukan banyak kesamaan relief antara Angkor Wat dengan Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Kompleks Angkor yang berada di hutan rimbun, well di hutan ada jalanan beraspal, tapi memasuki setiap temple pasti ketemu hutan-hutan, lumayan bikin adem walo tetap ngos-ngosan kepanasan. Ujian banget untuk bentol-bentolku ini.
Saya lupa candi-candi apa aja yang kami datangi sangking banyaknya. Sampai saya mikir 3 hari menjelajahi Angkor cukup membuat saya mabok candi. Beberapa candi yang cukup terkenal yang saya sambangi dan inget namanya, yang lainnya gak inget tapi tetap cantik. Pokoknya dimana ada lahan kosong disitu ada candi.
() Angkor Thom, didalam kota kerajaan yang dibangun abad ke 12 , didalamnya terdapat banyak relief dan wajah Budha dalam berbagai ekspresi. Awalnya saya melihat sama semua, tapi pas di perhatikan baik-baik ternyata ada yang lagi senyum, mesem, senyum simpul, atau datar tanpa ekspresi. Di candi ini kita juga bisa melihat ukiran batu besar wajah Akalokitesvara yang fotonya sering di jadiin souvenir.
() The Baphuon, candi berbentuk piramid yang melambangkan Mount Meru, dibangun pada tahun 1050. waktu kita datangi, candi ini sedang dalam renovasi, sehingga tidak bisa masuk ke dalamnya. Menurut saya ini salah satu candi yang menarik dan cantik. Dini sempat manjat-manjat di dinding candi, dan batu candi sepertinya mulai tua, sehigga wajar kalo kita tidak diperbolehkan masuk. Menurut buku ada sleeping Budha sepanjang 40 meter disini, dari awal sampai udah ngiterin kita gak ketemu, tapi saya ngeliat di puncak candi ada banyak batu seperti cekungan-cekungan. Ellen bersikeras itulah si Budha yang lagi “leyeh-leyeh”. Cek dan ricek dengan pekerja ternyata emang bener, tapi ngeliatnya mesti dari posisi yang bener, alias persis menghadap batu-batu bergelombang itu, kalo gak ampe kudisan juga gak bakalan ngeh itu Budha Tiduran.
() Terrace of of the Leper King, tempat kremasi anggota kerajaan setinggi 7 meter, Terrace of Elephants, tempat acara seremonial kerajaan sepanjang 350 meter, semua candi berdekatan sih, jadi cukup jalan kaki atau naik sepeda juga bisa, buat yang males yaaaa naik tuk-tuk. Karena kedua candi ini tempatnya gak berjauhan kami berjalan kaki. Tidak banyak turis datang ke tempat ini, hanya beberapa monk yang sedang berfoto di puncaknya.
() dan Ta Phrom, candi abad 12 yang telah terbelah oleh akar pohon yang besar. Di tempat inilah syuting film Tomb Raider dilakukan. Ada kejadian lucu, waktu nyampe disini, saya sempat panic karena BB tiba-tiba ngilang, ketemu lagi di pelataran candi. Candinya cantikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk sekali. Pinter banget sutradara Tom Raider itu nyari lokasi syuting. Sumpah bagus banget. Bagus dalam artian misterius, tenang dan bikin takjub. Pohon-pohon besar yang memeluk candi sampai remuk, rongga-rongga pohon yang di sela-sela bebatauan candi, akar-akar raksasa yang menginjak-injak relief. Haduh susah deh nulisnya, mending liat fotonya aja ya. Tapi sedikit cerita tentang candi ini, jalanan masuk ke candi dikelilingi oleh pohon-pohon besar dan jalanan terbuat dari tanah berpasir , ternyata tanah berpasir itu adalah lumpur hasil erosi dataran tinggi Kulen yang menerjang kerajaan Angkor di masa lalu. Bisa dibayangkan betapa eksploitasi besar-besaran batuan dan kayu sebagai bahan membuat kerajaan Angkor ini, akhirnya berbalik menyerang, dan kini bisa dilihat sisa-sisanya.
() Candi Phnom Bakeng, wah candi ini paling “menyiksa “ ( maaf ). Saya sih sempat baca di blog Danang, kalo mau liat sunset, mejengnya di candi ini, tapi mesti naik bukit. Denger kata bukit plus panas kayak neraka lagi bocor gini, udah bikin males aja. Saya sampe berulang-ulang baca catatannya, sebagus apa sih sunsetnya??. Kalo di blog sih katanya gak bagus, tapi mari kita buktikan……
Bukitnya sih gak terjal-terjal bener, tapi tetap bikin males ya hahaha. Saya ampe sempoyongan sangking panas dan lemes. Setelah mendaki bukit, keliatan deh si candi ini, biasa aja, maksutnya ada yang lebih bagus dari ini. Trus mendung aja gitu tiba-tiba…..kacrut, mana ada sunset kalo mendung kayak gini. Nah habis di hajar naik bukit, sekarang ke puncak candi dihajar lagi, tangga candinya seiprit-iprit, entah apa yang ada dipikiran arsiteknya bikin tangga imut-imut kayak gini. Kebayang kan kalo manjat tangga, nah kayak gitu deh tangganya.
Diatas candi udah banyak banget tourist, jadi walo empot-empotan naeknya, tetap aja orang pengen liat sunset. Dari candi ini kita bisa liat Angkor Wat sih katanya, tapi sampe belekan saya gak ngeliat juga. Akhirnya duduk-duduk doang liatin orang muncul dari tangga penyiksaan itu, lucu juga sih nontonin berbagai ekspresi orang-orang.
() Angkor Wat, wahhhhh ini sih masterpiecenya . asli top banget, hari pertama saya cuman mandangin candi ini dari depan, keburu sore dan mau ngejer sunset soalnya. Persis seperti di foto-foto postcard. Cantik, megah dan ohhh……..amazing. saya takjub karena di tengah-tengah hutan berdiri candi secantik ini, dikelilingi oleh aspal hitam untuk jalan kendaraan bermotor. Dikiri kanan jalan banyak tourist yang memanfaatkan sepeda untuk mengelilingi area candi.
() Hot Balloon, sebenarnya balon udara ini bikin saya ngences pengen tau kayak apa sih sebenarnya. Jadi agak siangan kita udah datang ke tempatnya, ceritanya mau booking ticket, ehhhh ternyata baloonya gak terbang karena cuaca terlalu windy. Jadinya kita mejeng-mejeng sedikit kecewa karena udah mau sunset tapi gak bisa liat dari atas. Kalo diliat dari foto-fotonya, sebenarnya matahari terbenam itu berlawanan arah dengan Angkor Wat, tapi sinar matahari sore yang berwarna kuning akan menyoroti candi sehingga kesannnya koq spektakuler sekali ya.
Pada tahun 1200, Angkor Thom sebagai ibu kota kerajaan yang baru, mulai dibangun. Pembangunan Angkor Thom yang sangat besar, telah menguras sumber-sumber kekayaan kerajaan Khmer. Sehingga pada tahun-tahun berikutnya, Khmer mengalami masalah dalam perekonomian. Dan pada dekade-dekade berikutnya, mulai kelihatan adanya kemunduran di Angkor. Di Barat, kerajaan-kerajaan Thai mendominasi kekuatan-kekuatan politik. Di Timur, kerajaan-kerajaan Vietnam semakin menanjak. Sebagai negara kecil, Kamboja mencoba bertahan. Dan Kerajaan Khmer sangat bergantung pada kerajaan-kerajaan Thai dan Vietnam. Agar dapat terbebas dari tindasan salah satu negara penakluk, Khmer membutuhkan pertolongan dari negara kuat lainnya. Tapi Khmer harus membayar seluruh hutang-hutangnya sebagai pembayaran ganti rugi. Pada tahun 1432, setelah Angkor ditaklukkan kembali oleh kerajaan Thai, orang-orang Khmer meninggalkan ibu kota dan tinggal di dalam hutan. Sumber: http://www.new7wonders.com
How To Enjoy Angkor Wat
Karena panas, tiap kali jalan keliling candi kita bawa minuman dan buah segar, belinya dengan anak-anak kecil pedagang asongan, hari pertama karena berasa punya duit banyak setiap ada yang nawarin mangga atau nanas 1 biji, harganya 1 dollar, kita tetap beli, hari terakhir kita nawar karena duitnya udah makin menipis J.
Bawa topi, kaca mata item ( selain buat gaya lumayan untuk bikin adem mata ), sepatu atau sandal yang enak untuk jalan, celana pendek ( pendek banget kalo bisa ) atau pakaian apapun yang gak bikin gerah.
Beli buku tentang Angkor, soalnya kalau ngerti ceritanya, malah jadi lebih asik atau sewa guide untuk jelasin semua detail candi, daripada kayak kita panduannya buku, abis itu blingsatan nyari reliefnya Jayavarman.
Sewa sepeda dan keliling-keliling candi yang buanyakkkkkkk itu sambil sepedaan, lumayan bikin item sambil ngecengin bule-bule yang seliweran. Herannya yang sepedaan koq banyakan bule ya ???.
Tiket masuk Angkor 1 hari USD 20, 2 hari USD 40, 3 hari USD 40, 4 hari USD 60, 6 hari USD 60. so…rugi banget kalo cuman 2 hari atau di hari-hari yang kejepit.
Cara menikmati Angkor lainnya dengan naik balloon udara seharga USD 15 atau sekalian naik Helicopter kalo banyak duitnya.
Jangan lewatkan sunset dan sunrise di kompleks Angkor. Selain cantik banget tapi ini juga adalah cara paling enak buat keliling-keliling candi karena sepi dan adem. Gak usah takut sendirian, soalnya pasti banyak yang laennya koq. Sesekali ada monk yang wira wiri, ajak aja ngobrol dan foto-foto, kalo perlu suruh pose, mungkin karena ajarannya tiap kali saya ajak ngobrol atau pose mereka gak pernah nolak. Top deh
.
.Food At Khmer Land…..
Bawa orang yang gedenya lebih dari 170 cm resikonya memang cepat sekali lapar. Taon lalu ke Vietnam juga ngalamin hal yang sama, sekarang jalan dengan Dini terulang lagi. tiap saat kelaparan. Menurut saya makanan traditional Cambodia gak ada deh hahaha. Jadi beberapa resto yang sempat saya cobain ya.
Golden Temple Restaurant
Saya hanya makan nasi goreng sih disini, rasanya so..so…kayak nasi goreng di Indonesia, makanan yang laen, maksutnya yang dimakan temen saya ada yang kayak tom yam tapi karena isinya babi gak bisa nyoba. Boleh sih nyoba tapi takut Tuhan marah J.
Hanya ada minuman disini yang saya lupa namanya enak banget dan seger. Disajikannya di mangkuk perak lucu ( well….kepikiran untuk nyomot ba
wa pulang )
wa pulang )
Temple Balcony Café, Pub Street
Café ini salah satu yang pengunjungnya rame banget, terutama di lantai 2. mungkin karena mereka punya pertunjukan Apsara Dance gratisan tiap malem. Kesanalah kita hari pertama dengan kaki tegang-tegang abis naik bukit jahanam. Makanan di café ini terhitung murah. Nasi goreng ( ola…la….everyday is nasi goreng hahahaha )$ 3.
Kita nyobain beberapa makanan yang terdiri dari sayuran dan ikan-ikan pucat, rasanya emmm enak sih, asal gak keliatan ikan pucatnya. Total makanan malam itu USD 26 untuk berempat plus tarian gratis.
Untuk dicatat ya wine disini sedikit murah loh J. Kita suka dapet happy hour segelas cuman $ 1.5. sementara kalo beer, coba Angkor beer 1 botolnya di resto sekitar $ 1-2.
Warung No 4 at Angkor Wat Temple
Ceritanya Karena mesti nongkrongin sunrise, kita terpaksa sarapan disini, yang saya sarankan tidak di lakukan ya mengingat harga mahal tapi rasanya aduhhh biasa banget.
Begitu masuk kompleks, nanti ada cowok atau cewek yang gigih banget memperkenalkan nama, ngasih tau spot foto terbaik, how to enjoy sunrise, buntut-buntutnya minta kita sarapan atau makan di warung mereka. Warung-warungnya dikasih no. karena Ellen, terus-terusan di tempelin si abang warung 4, kesanalah kita. Makannya lagi-lagi nasi goreng babi atau ayam, abis gimana dong….yang laen males gitu liatnya hahaha.
Total makan berempat USD 18, mahal ya…padahal warung. Yang top disini adalah toilet, bah…dari makanan lari ke toilet. Sebagai sebuah candi dengan jumlah pengunjung sangat banyak, toilet di Angkor bisa dibilang sangat bersih. So…jangan ragu-ragu untuk ke toilet.










nah ini dia yg gw cari (rencana melipir ke sini dari Bangkok), btw foto2nya ga muncul
Itu gegaraaaaaa si multiply dodol huhu. Nanti aku post lagi deh
wah curiga emang ulah MP, gw juga kayaknya musti begadang nih benerin link foto2, haha
Haduh malesnya huhu. 1000 tulisan
1000 tulisan??? #pingsan
Sebenarnya 1360 tulisan dr mp tp yg ketarik ke wp hanya 900an hehe. Gimana mau benerinnya, wis males
ayo kamu bisa! :))
Hehe. Gimana cara benerinnya ya?
link2 foto ke MP dihapus, trus upload lagi foto2 aslinya ke server WP (bakal PR deh nyari2 folder fotonya lagi :))
Astagaaaaaa duh itu sih nyari mati ya haha *sialan bgt mp ini*