Menemukan???


Ini catatan 2 minggu lalu, ketika saya dan Matt akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana besar kami. Tentu saya benci dan tidak suka sama sekali !!.


Hubungan saya dan Matt jelas jadi rusak..sak…….
Saya sih sebenarnya yang mulai merusak-rusaknya,setelah saya rasa sangat kecewa dan marah. Sulit sekali untuk berfikir normal atau bersikap seperti biasa-biasa aja ketika saya sangat tidak mau dekat dia dan hanya mau Matt pergi jauh-jauh.

Tentu sikap yang dipaksakan itu memberi banyak sekali pengaruh negatif untuk hubungan kami. Seperti saya tidak terlalu perduli lagi dengan dia, saya berhenti tanya dia apapun lagi, saya berhenti membuat rencana dengan Matt, saya hanya mau dia jauh !!!.

Dan……….Matt trus ada di dekat saya, tetap ngajak saya bicara walau saya lebih suka nonton tv daripada dengerin dia ngomong di telp, tetap tanya saya ini itu yang selalu saya jawab hanya dengan emmmm, iya, ok, iya nanti saya pikirin.

Sampai setelah 1 minggu berkubang dengan kemarahan dan kekecewaan, kita berdua ( emmm saya tepatnya ) bisa sedikit bicara seperti 2 orang dewasa. Bicarain apa aja yang mesti kami lakukan ( no plan ) , apa yang mesti saya lakukan sekarang ini karena sebenarnya saya sangat marah dan hampir mau berhenti aja ( putus mungkin ) dan saya pikir dia lumayan sabar menghadapi saya yang seperti rollercoster.

Bicara di telp dengan ibu saya juga membuka sedikit hati saya yang luka, membuang sedikit kekecewaan saya untuk Matt dan tentu aja menerima sedikit perubahan itu lagi, walau dia tahu sekali saat itu saya tidak merasa apa-apa lagi untuk Matt.

Jeleknya saya adalah, ketika saya kecewa dengan seseorang, saat itu juga perasaan romantis yang saya punya akan hilang lenyap tanpa bekas. Itu yang ibu saya bicarakan sangat serius, membujuk saya untuk berfikir ulang, memaksa saya untuk menemukan rasa itu lagi dan menggagap menemukan ceceran rasa cinta saya untuk Matt yang hilang sebagai sebuah perjalanan yang menyenangkan.

Entahlah saya temukan atau tidak, tetapi kemaren ketika pesawat saya landing di Medan dan melihat dia menjemput saya dan saya lihat dia kurus sekali ( well dia baru sembuh sakit ) dan memeluk saya erat-erat, saya hanya pikir mungkin saya mau lari jauh-jauh dari Matt hanya karena saya takut sekali kehilangan dia.

Leave a comment