I’m not ready to say goodbye


I’m not ready to say goodbye

Kemaren sewaktu di kedai kopi saya melihat satu anak kecil. Well bukan anak kecilnya yang saya perhatikan tapi lebih kepada sikap yang sudah diajarkan oleh orang tua kita sejak kita kecil, berpisah. Yah berpisah paling sering di ajarkan oleh orang tua kita. Anak-anak saya perhatikan lebih mahir mengucapkan “ dag….bye….kiss bye “ daripada berucap “ seneng ketemu kamu atau membuat gerakan memanngil “.

Sejak kecil kita diajarin untuk melambaikan tangan, diajarin bahwa tidak semua orang yang kita sayang akan berada di sekitar kita. Kita mulai berucap goodbye ketika ayah pergi ke kantor atau ibu yang pergi arisan. Si bayi akan menangis kencang ketika menyadari ayahnya menyalakan mobil untuk pergi ke kantor, gadis kecil kita akan sedikit melakukan hal-hal mengesalkan ketika dia sadar orang tuanya akan pergi. Sedari kecil kita memang di persiapkan untuk berpisah dengan orang-orang yang kita sayang.

Mungkin ibu saya kurang keras mengajarkan saya untuk berkata pisah. Setiap perpisahan yang saya lakukan selalu membuat saya nangis-nangis parah soalnya. Saya menyadari bahwa kita hidup hanya sendirian koq. Orang-orang datang silih berganti seperti pemain figuran untuk film kita. Pacar yang kita sayang suatu hari akan memutuskan kita, pernikahan suatu hari harus berakhir karena suami/istri meninggal atau mungkin bercerai, anak akan meninggalkan karena harus menikah atau pergi keluar kota, temen akan pergi. Semua akan meninggalkan kita cepat atau lambat. Klise tapi benar, tidak ada yang abadi di dunia ini.

Saya coba review beberapa putus cinta yang saya jalanin dan membuat saya sedikit parah dan berproses cukup lama sampai akhirnya bisa sadar lagi.

Dengan WY, dia pacar pertama saya. 4 tahun pacaran long distance. Putus cuman karena mamahnya gak suka saya yang bukan orang padang. Saya nangis kayak orang gila mungkin heehehe, kalo diinget2 sekarang saya masih bisa ngerasain pedihnya loh. setelah putus dia bahkan tidak bisa saya hubungi lagi sampai hari ini. Sekarang kalo kebetulan saya sedang ke Bandung saya sering berdoa semoga TUhan berbaik hati mempertemukan saya hahaha.

Waktu putus saya segera recovery dengan memacari entah siapa namanya, cukup membantu walo tidak mengalihkan kepedihan. Saya baru bener-bener lupa sakitnya pacaran ama WY ini karena apa ya, rasanya sih waktu. Waktu bener-bener obat paling mujarab deh.

Falling in love dengan si pacar cina. Wah….ini mimpi haaha. Dia cakep, tinggi, putih, bersemangat untuk hidup. Setiap bertemu saya seperti menemukan energy untuk bisa hidup lebih lama dari yang saya mau hahaha. Setiap kami berciuman selalu ada yang mengingatkan saya kalau ada perbedaan besar di antara kami. Sebuah kalung dengan Bandul lelaki yang tersenyum damai itu yang membuat kami sepakat berpisah. Perbedaan bukan untuk merekatkan tetapi untuk membuat kita sadar kalau kita tidak bisa bersama katanya. Sampai hari ini saya dan dia masih bisa bicara baik, janjian ketemu dan lagi-lagi waktu plus cinta…cinta baru yang bergantian menggantikan posisi dia membuat saya lupa bagaimana pedihnya berpisah .

Mr. L. karena masih baru sedikit berasa. Tks to M yang udah nyembuhin tapi bikin luka baru yang lebih dalam hehehe. saya sedih karena mungkin harapan saya melambung aja. Sedemikian tinggi harapan saya sehingga ketika balon harapnnya di tusuk rasanya sedemikian sakitnya. Hanya utk L saya sedikit lebih tidak marah hahaha, karena saya punya andil untuk salah disini. Tapi yahhhhh tetap waktu dan pacar baru yang lebih baik ( well saya pikir hehehe ) bisa membantu saya menyembuhkan lukanya. Top banget saya pikir cara TUhan bekerja beberapa bulan kemaren hahaha.

After L, comes M. sakitnya??. Well…..kumpulan dari semua sakit yang pernah di torehkan orang-orang diatas hahaha. Karena semua sebab saya putus dari orang-orang diatas, di hantam oleh M sendirian. Seperti orang rakus, dia punya alasan sebanyak orang-orang diatas memutuskan saya. saya tidak perlu cerita disini, karena saya akan punya banyak blog khusus untuk dia. Saya seperti biasa tidak pernah siap untuk menyiapkan diri saya berpisah.

Saya ingin seperti lelaki kecil di warung kopi kemaren, yang menangis kurang dari 5 menit lalu melupakan atau malah melupakan karena apa dia menangis. Seorang teman kecilnya yang ditemuinya di sore hari itu, bermain, tertawa, berbagi mobil-mobilan dan berpisah karena waktu. Yahhh mereka berdua menangis kencang sehingga orang tuanya harus membuat mimic lucu, melontar-lontarkan mainan, memanggil kucing dan melakukan hal tolol sederhana lainnya. Seharusnya saya bisa seperti dia kan ?. setelah saya bermain dengan M, dan waktunya berpisah, saya akan menangis cukup 5 menit seharusnya karena saya punya banyak temen, keluarga, beberapa lelaki yang mengatakan akan menjaga saya sebaik yang mereka bisa dan mungkin akan menyakiti saya juga hahaha.

Dan yang saya lakukan adalah, tetap menangisi dia lebih dari 7 hari sampai hari ini, masih memimpikan dia kembali ( call me idiot ) dan masih memasukkan namanya di dalam doa-doa saya.

Ketok jidat…….* tidak ada yang abadi noni *.

Leave a comment