Neraka atau Hell seperti apakah didalamnya?
saya lebih sering memikirkan ada apa di Neraka daripada Surga sebenarnya, ini tentu karena kelakuan saya lebih cenderung memasukkan saya kedalam Neraka deh, sehingga Neraka seperti ketakutan-ketakutan yang membuat saya ” terkadang ” lebih rajin shalat walo akhirnya bolong-bolong lagi.
sebelum Matt balik Hutan kemaren, pembicaraan kami cenderung sangat serius untuk pillow talk, kata sepupu saya itu akibat saya pacaran dengan peneliti sehingga pillow talk sekalipun saya masih diajak mikir berat dan membuat tidur saya malam itu cenderung terbangun berkali-kali plus bermimpi mengerikan.
masih ingat di kepala saya, Noni kecil yang dihadiahi ayahnya setumpuk komik yang menceritakan betapa mengerikannya neraka itu. kalau bohong maka lidah dipotong, kalo mencuri tangan di potong dan di gambar komik itu terlihat darah menetes-netes plus mata melotot. begitu mengerikan. saya sampai berfikir apakah Tuhan jahat sekali. untunglah sekarang walo gambar itu sangat jelas, tetapi saya sudah tidak menggagap TUhan bisa sejahat itu lagi.
saya dan Matt entah dimulai dari apa membahas seperti apa neraka, kalo gak salah karena Indomie. Matt makan indomie yang dimasak asistantnya dan rasanya sangat-sangat enak, sehingga dia katakan pasti dia akan merindukan indomie itu lagi, tetapi rasa enak ini hanya kebetulan karena biasanya si asistant masak juga gak seenak itu, dan itu rasanya seperti di neraka. melihat dia selebay itu, saya kegirangan mengatakan dia terlalu berlebihan dan melodramatic hahaha. ehhhhhhhhhhh akhirnya dia malah ngajak saya berdiskusi tentang neraka berdasarkan buku yang dibacanya. saya lupa judul bukunya tapi kalo gak salah penulisnya bernama Dante something.
di buku itu dibahas kalo neraka itu seperti seseorang yang menginginkan sesuatu tetapi tidak bisa mendapatkannya padahal yang diinginkan ada didepannya. contohnya Indomie itu. wahhh kalo neraka hanya sekedar ” rasa ” enak sekali ya hahaha. dan saya cerita pengalaman masa kecil saya, wah…..Matt sepertinya pucat pasi hahaha.
then…..setelah shalat subuh saya bicara dengan ayah saya. saya hanya tanya apa dia percaya neraka??. dia bilang iya, dan saya tanya apa dosa-dosa saya dia akan tanggung, dia katakan iya. duhh saya koq sedih ya kalo sampe bikin bokap saya masuk neraka gara-gara saya bandel.
buat saya neraka itu ada. saya percaya dan tidak ingin mempertanyakannya, tapi saya ngerih loh bayangin saya dihancur-hancurin trus kembali ke bentuk semula, then diancur-ancurin lagi……aduh…….* pucat pasi*