Setelah sebelumnya saya setengah bersorak gembira
Karena ketika mengintip langit pagi tadi biru dari balik
Jendela kamar
Hujan…hujan…hujan….
Padahal saya berencana mengirimkan sepotong senja untukmu
Seperti puisi Seno Gumira Adji
Karena senja selalu mengingatkan tentang kamu
Dan sudah ratusan senja kita lewatkan sendiri
Hujan sore ini
Tidak hanya seperti jarum-jarum lembut
Tetapi deras dengan angin kencang
Atau haruskah saya menggantinya, tidak mengirimkan sepotong senja
Tetapi sepotong langit pucat kelabu dengan wangi hujan untuk kamu
