Wanita seringkali punya banyak syarat utk jatuh cinta tetapi akhirnya kebingungan dengan persyaratannya
.
Dan rasanya saya kali ini bener-bener menyerah…..time is over 
Gak ada lagi acara menantang hati dengan segala trik jatuh cinta konyol .
Dan saya sadari jatuh cinta yang kayak saya bayangin itu cuman ada dalam mimpi. Kali ini saya harus berhenti membaca semua dongeng Cinderella atau beauty and the beast !!.
Oya siapa nama lelaki terakhir saya saya klaim saya suka itu…emm dia ya, ok dia memang menyenangkan , dia buat saya tertawa, dia menyenangkan hati saya, dia juga membuat dunia saya berwarna warni tetapi saya pikir-pikir pada saat saya sakit bukan dia yang menemani ke dokter atau bertanya apakah saya baik2 aja. Pada saat saya rindu rumah, mewek seharian, jadi ratu mellow bukan dia yang bertanya dan merubah dunia saya, bukan….tapi orang laen yang menelpon saya dengan nada khawatir, bertanya apakah saya baik2 saja, apakah saya lebih baik membeli tiket ke medan liburan ini {walo saya jawab dgn ketus }, emm saya punya priode yang mengesalkan dari mulai pengen marah2, emosi, nangis seharian, dan…emmmm saya merasa sangat sendirian, menyenangkan sekali ada seseorang yang berkata “ kamu gak sendirian, ada saya koq, hei….hayoo cheer up, mau kamu apa hari ini ??. aku temenin “.
Jatuh cinta emang Indah, tapi apakah saya membutuhkan orang yang saya jatuh cintai itu ?. mungkin iya saya butuh dia, tetapi saya tidak bisa menuntut apapun. Bukankah pada saat ini seharusnya saya segera sadar diri, segera mendetox hati saya dari racun, segera beralih , segera melarikan diri . saya seperti di tampar oleh ucapan2 orang tua yang mengatakan perempuan lebih baik dicintai daripada jatuh cinta, karena jatuh cinta kalau sendirian ternyata emang gak enak banget, sakitnya luar biasa juga dan emmmmm bikin mellow hahaha.
Tapi….dia sih gak salah, lah wong saya yang cari penyakit. Sampai pada chapter ini saya pengen ketawa2 miris. Ketawa karena saya bego banget, ketawa karena tolol, kalo kata ebbie, stop cari penyakit , karena dia tau banget saya. Tau kalo saya pasti nantinya bakalan mewek hihi. Tau kalo saya gak sekuat itu. Gila ya umur segini dan saya masih aja hobby menantang sakit hati. Padahal seharusnya saya udah cukup uzur utk bermain2 dgn hati saya lagi.
Tentu saya juga bukan tidak berusaha mengerti. Pelajaran besar dari semua kegagalan2 saya adalah saya seringkali menomorsatukan diri saya di banding orang lain atau pasangan. saya tidak lagi mengharapkan pasangan saya menelpon saya tiap jam karena pasti membosankan, tidak meminta dia mengsms saya tiap waktu, tapi yah….saya mau dia bertanya “ apakah hari saya baik2 aja hari ini ? . pertanyaan2 remeh temeh yang kadang2 ketika ditanyakan oleh orang yang pas begitu menyenangkan hati “. At least beri saya kabar ,supaya saya tidak bertanya2 dalam hati dan bermain2 dgn perasaan yang salah.
Saya tidak minta pasangan saya seromantis pria2 dalam film korea, tapi saya menginginkan mereka bersikap manis terhadap saya. Saya tidak minta mereka menyebrangi lautan, mendaki laut atau hal2 tolol lainnya . saya hanya mau mereka bisa lebih sensitive ketika saya sedang dalam periode2 yang mengesalkan.
Masih sambil mewek…..mau udahan aja deh
. Cukup….hihii.
+ sebelum waktunya berakhir, saya sudah tau siapa yang kalah +