Catatan Perjalanan ke Pacitan Chapter 2 { watu karung beach dan Klayar }


<o:SmartTagType
<o:SmartTagType

Catatan Perjalanan ke Pacitan Chapter 2

Pantai Watu Karung & Klayar

Setelah sarapan Indomie goreng yg kurang enak hehe, kita menuju pantai
watu karung. Arahnya sama dgn pantai srau, jalanan yg dituju jg hampir sama.
Efek roller coaster tp bahaya karena kiri kanan tdk ada pembatas jalan dgn
jalanan sempit dan jurang dimana-mana. Jalanan yg berkelok-kelok rasanya
sepadan dgn pemandangan yg nantinya bakal saya temukan.

Pantai watu karung ini kecil sekali tp airnya jernih. Paduan antara
warna biru tua, hijau tosca dan putihnya buih. Saat saya tiba di pantai hanya
ada 2 orang pemancing ikan cucut dgn system memancing yg agak aneh dimata saya.
dipinggir pantai banyak sekali karang-karang. Gak sabar utk segera
berenang-renang atau sekedar memasukkan kaki tp sekali lagi ini kegiatan yg
dilarang karena lagi-lagi ubur-ubur biru banyak sekali di sekitar pantai dan
berbahaya. Omigod…selain ombak yg besar ternyata ada banyak binatang yg
gak mau bersahabat didaerah ini. Pantai watu karung dihiasi pasir putih cantik
sebesar biji-biji beras { dibagi 2 }, pemandangannya sumpah cantik luar biasa.
Rasanya pengen seharian disini. Setelah sibuk berfoto-foto narsis dan
berfoto-foto kegirangan saya melanjutkan perjalanan ke pantai klayar. Tp dari watu
karung ke klayar sekitar 20an Kilo lagi hanya saja di sepanjang perjalanan ada
banyak pantai-pantai lain tp tdk sebagus di watu karung. Yg membuat watu karung
jadi istimewa buat saya karena pantai ini kosong. Hanya ada kami dan 2
pemancing. Rasanya seperti di private beach gitu deh.

Perjalanan dilanjutkan ke pantai klayar tp penunjuk jalan malah bikin
saya binggung, karena di penunjuk jalan jelas-jelas ditulis pantai watu karung
4 KM lagi, klayar 20 KM lagi, haiyaaa trus tadi pantai apa donk padahal kata si
bapak pemancing tempat yg barusan saya datangi adalah pantai watu karung.

Tp entah apapun itu, sudahlah yg penting pantai yg barusan saya datangi
emang bagus banget. Tadinya sih masih niat nyari-nyari pantai watu karung tp
karena salah ambil pilihan jalan di persimpangan , eh malah langsung menuju
pantai klayar. Daripada balik di jalanan sempit dan berliku-liku kami putuskan
utk menuju pantai klayar saya. jalannya agak sedikit jelek dgn
pedukuhan-pedukuhan yg dipenuhi antenna parabola, masyarakan yg lagi gotong
royong di hari minggu dan tentu saja hutan-hutan jati atau sawah-sawah penduduk
yg ditanam di atas bukit-bukit batu .

Dari ujung jalan saya sdh bisa melihat pantai klayar, biaya retribusi
hanya Rp 4000 saja. Dari jauh sdh terlihat cantik. Buat yg sdh pernah ke
dreamland bali , dari atas pemandangan pantai klayar hampir sama cantiknya.
Bedanya di klayar tdk ada penginapan . pantai ini yahhhh cantik . malahan
banyak orang bilang cantik sekali tp buat saya watu karung tetap yg paling
cantik dan exclusive. Di klayar sudah dibangun gardu pandang. Setelah puas
bermain-main di pinggir pantai yg tetap tdk boleh direnangi dgn alasan bahaya,
ombak tinggi dan tentu saja ubur-ubur biru yg beracun. Dari atas gardu pandang
angin bertiup dgn kencang tp kita bisa melihat pemandangan bagus. Setelah puas
bengong diatas, saya segera mengeluarkan layang-layang yg baru aja dibeli di
trenggalek. Belon lama main ehhhh udah nyangkut.

Proses narik-narik laying-layang dari pohon kelapa adalah proses paling
menyebalkan. Penasaran trus soalnya. Ada
bapak-bapak yg Bantu kita. Belakangna saya tau namanya Pak Wakijan. Setelah layang-layang
berhasil di kalahkan , si bapak malah bilang , dari atas bukit yg diujung <st1:City
sana</st1:City
kita bisa liat air laut menyembur dan pemandangannya lebih bagus.

Awalnya sempat malas karena jam sdh menunjukkan pukul 11.30 { matahari
lagi garang-garangnya }, capek dan males harus melewati ladang-ladang penduduk
plus naik lagi ke atas bukit tp berhubung gak setiap saat saya bisa ke pacitan yahhhh
sudahlah. Mudah2an sesuai dgn expectation saya. setelah berjalan sambil
menarik-narik layangan, masuk ke ladang jagung dan kelapa milik penduduk, naik
ke atas bukit, kami dikejutkan dgn pemandangan luar biasa { pas nulis ini masih
terbayang cantiknya tempat itu }. Bukit datar dgn rumput-rumput kering yg
dihembus angin kencang, dari sisi kiri kanan kita bisa melihat hampir
keseluruhan pantai klayar yg tentu saja spektakuler. <st1:place
w:st=”on”>Ada</st1:place
3 karang bolong yg terlihat sebenarnya
jumlahnya ada 5, ombak yg memukul karang-karang, buih yg pecah di bibir pantai,
pohon-pohon kelapa yg bergoyang-goyang ditiup angina dan tentu saja
rumput-rumput kering yg menyerupai savanna .

Yg paling mengejutkan adalah air yg menyembur ke sisi-sisi karang. Gila
ini cantik banget, seperti efek air mancur gitu. Cantik banget !!!!!!!

Harus kesini deh buat yg baca tulisan ini. Dari atas bukit karena bisa
melihat seluruh pemandangan rasanya juga kita jadi kecil banget. Pengen gak
pergi-pergi dari tempat init p mana mungkinnnnnnnnnnnnn !!.

Setelah puas tidur-tiduran di rumput yg nantinya bikin kulit saya
gatal-gatal hehe, puas liatin pemandangan ini dan akhirnya mulai pusing
kepanasan akhirnya kita putuskan utk melanjukkan pernjalanan. Pak wakijan
kayaknya jg happy banget bisa nunjukin ke kami pemandangan sebagus ini. Next
time saya datang dgn tenda , kursi malas, kopi dan tentu saja ipod cuman bisa
dipastikan kalo malam kedinginan dan tendanya mungkin saja terbang karena angin
laut yg teramat sangat kencang hehe.


Leave a comment