image Alun Alun


20121123-231000.jpg

Seberapa sering kita ke alun-alun?
Buat saya alun-alun itu identik dengan kota-kota kecil tapi nih waktu tinggal di Sumatra saya hampir gak pernah denger atau merasa ada alun-alun di daerah kami itu.

Pertama kali saya ke Alun-alun waktu di Malang. Biasanya saya dan Jenni temen saya traveling waktu itu menghabiskan sore disana setelah lelah keliling-keliling malang dan setelah pulang dari Bromo. Yang paling saya inget tentang alun-alun Malang adalah ratusan burung merpati dan pedagang balon sabun.

Selanjutnya alun-alun di kota Yogyakarta yang tersohor itu. Alun-alun ini terkenal dengan pohon kembarnya. Keren banget dan lumayan spooky hehe.

Alun-alun lain biasanya saya temui ketika mengunjungi kota-kota kecil seperti Blitar, Lumajang, Pacitan, Solo dan masih banyak lagi. Ciri khas tiap alun-alun saya rasa hampir mirip-mirip sih. Banyak pedagang kecil, banyak mainan untuk anak-anak, odong-odong, keluarga yang sedang bermain, muda mudi yang sedang dimabuk cinta dan hanya duduk di atas motor mereka sambil ngemil jagung rebus, nenek- nenek tua yang terpesona dengan meriahnya lampu, sesekali lagu dangdut membahana memekakkan telinga tapi yang paling jelas……..di alun-alun kita bisa menemukan wajah-wajah bahagia dengan modal sekitar Rp 3000an aja.

Foto dari alun-alun Sumenep Madura

2 comments

Leave a comment