From : noni[nyonya_sepatu@yahoo.com]
Sent : Thursday, July 14, 2011 8:48 PM
To : you@yahoo.com
Subject : moving on
Morning sunshine……..
Kemaren malam hari sungguh malam yang membuat rahang kram, dan bagian kepala terasa berdenyut-denyut karena tertawa terus-menerus. Benar orang bilang tentang orang-orang timor, mereka adalah temen terbaik untuk semua kondisi, yah….paling enggak yang saya punya sekarang ini.
Seperti yang kamu tahu, setelah lunch dengan Santosa Family di PTC, then saya terburu-buru menuju TP karena lunch date berikutnya dengan Gank Kupang disini. Berlari-lari dari parkir hingga ke excelso yang membuat kaki saya lecet-lecet ( sandalnya mesti diganti, yang sebelah kiri sukses bikin kaki lecet ) ketemu Ellen, trus ngobrol bla-bla, dilanjutkan moving on to Bakerzin.
Di Bakerzin, siksaan demi siksaan ke nona yang sedang berulang tahun dan kebetulan sedang beruntung punya pacar baru ( well saya akan cerita soal penantian nantinya hihihi ). 3 jam di tempat ini dan 2 kali lunch, kita memutuskan moving on to store ( keliling-keliling dan sedikit belanja, dini sih tepatnya yang belanja ).
Jam 06.00 sore saya pikir, mau pulang dan skype aja, ehhhh ternyata si kunyuk yang sedang patah hati kayaknya masih belon sembuh, sehingga harus ditemanin dan di siksa hehehe. jadilah kita moving on to Starbucks nungguin dia datang.
Jam 07.30an dia nongol sambil cengengesan dan wajah berat menanggung duka lara. Dari jauh kita udah ketawa kebanting-banting. Entah ini apa namanya ya hahaha…….tapi biasanya kalo saya yang patah hati, anak-anak memperlakukan saya sedikit lebih manusiawi. 2 minggu pertama tiap kali saya patah hati adalah hari-hari full attention dan doa-doa ( mungkin kalo mereka dukun, tiap pagi saya di sembur air putih hahaha ). Beda banget perlakuannya dengan Jo atau Dian, bahkan ke Nohi aja kita lebih manusiawi pas dia patah hati hihihi. Hatinya di belay-belai, diajak makan es cream. Begitu Jo atau Dian, beuhhhhhhh kita nyiksa banget deh terapinya.
Pertama begitu nongol langsung di caci-caci sambil di ketawain
Trus Dini traktir dia kopi
Abis itu dipaksa fotoin kita-kita ampe muntab dan iphonenya lowbath
Setelah itu….sepanjang pembicaraan malah gak bahas apa-apa lagi, selain karena oknumnya gak berani buka mulut soal “ broken heart maker “ , karena begitu mulut lancipnya ngomong dikit aja, kita udah cekakaan….
Temen macem apa ituuuuuuuuuuuuuuuuuu?????
Tapi yahhh memang kadang-kadang proses “moving on” itu di setiap orang beda-beda. Ada yang begitu patah hati walo keliatannya baik-baik tapi hatinya ternyata masih parah banget, ada yang kayaknya payahhhhhhhh banget tapi sebenarnya dia udah grilya kesana sini, ada juga yang gak sembuh-sembuh ampe mati ( ya ollohhhhhhh jangan sampai itu aku, keluarga dan gank aku dan orang-orang yang aku kenal atau tidak kenal ), ada yang jadi dendam kesumat, pokoknya macem-macemlah.
Aku pernah liat orang patah hati yang ampe ngancurin badannya sendiri, disilet-silet ampe berdarah-darah. Pernah juga liat temen yang patah hati ampe konyol banget begging-begging trus minta balik ama pacarnya ampe dia bangkrut karena di porotin, ada yang wahhhhhhh macem-macem. Sama seperti jatuh cinta yang bikin otak kita kemping ke laut, begitu patah hati otak kita juga kemping, tapi ke neraka jahanam !!
Setelah mall hampir tutup kamipun “ moving on “ to kamar masing-masing dan pikiran masing-masing, mungkin yang patah hati sedang kembali menangis meraung-raung di kamarnya atau bentur-benturin jidatnya, mungkin yang sedang jatuh cinta dan patah hati menelpon pacarnya dan berharap serta berdoa kesialan si temen tidak sampai terjadi padanya, ada yang mungkin langsung tidur atau ada juga yang masih berkutat mengupload foto-foto baru di kedai kopi tadi.
Tapi hey gank Jompo…..sesakit apapun prosesnya ya…..kita tetep bareng-bareng yaa jalaninnya
.
Cium basah
Nyonya yang capek patah hati