Selamat Jalan, Dek


Jum’at pagi tanggal 18 Juni 2021 adik saya telp jam 01.30. Pas saya liat namanya sudah terbayangkan kabar apa yang akan disampaikan. Kalau bukan adik drop lagi pasti kabar lainnya yang gak kalah jelek. Saya terima telpnya. Dia menangis sambil bilang “Kak, abang sudah pergi. Yuli harus apa kak?” saya sempat menanyakan beberapa hal tapi hampir semuanya gak bisa dijawabnya.

Buru-buru saya coba hubungi ibu tapi hapenya gak aktif. Saya lari ke bawah kasih tau Matt yang masih nonton bola lalu siap-siap pergi. Hanya diam dan sebenarnya kebingungan harus ngapain. Gak pernah ada latihan untuk situasi seperti ini. Saya hanya merasa harus segera ke rumah orang tua, lanjut ke rumah sakit, mengurus kepulangan jenazah, menghubungi STM setempat dan bersiap-siap untuk hari itu.

Sambil menyetir mobil sendirian, saya lihat semuanya sepi. Diam-diam saya menangis di dalam mobil tapi rasanya seperti kosong.

Sampai di rumah orangtua, saya panggil ibu yang terbangun dan langsung sudah tahu apa yang terjadi. Dia menangis di pelukan saya. Nangis yang rasa-rasanya gak ingin saya ulang lagi untuk melihatnya. Kami hanya berdua saat itu. Saya hanya minta dia duduk, coba tenang tunggu saya pulang dari rumah sakit karena saya mau pergi ke rumah sakit. Dia hanya mengangguk2 aja.

Di jalan menuju rumah sakit saya putuskan untuk menjemput Matt karena takut nyetir sendirian. Lalu kami harus balik lagi ke rumah ortu karena ternyata butuh kain panjang.

Sampai di rumah sakit saya lihat adik ipar saya itu duduk diam sendirian dengan pandangan mata kosong lurus ke depan. Sedih sekali.

Setelah semua urusan selesai, jam 04.30 Jenazah dibawa ke rumah mereka. Saya langsung ke rumah orangtua menjemput ibu dan keponakan. Ayah saya lumpuh jadi gak bisa pergi dan dia langsung drop mendengar anaknya sudah gak ada lagi. Pagi itu juga saya langsung ke rumah kepala STM yang kebetulan gak jauh dari rumah. Rasanya gak enak banget bangunin orang pagi-pagi. Jam 5 pagi semua ok. Menurut STM mereka akan urus semuanya.

Kami tinggal di daerah itu sekitar 40 tahun. Orang-orang banyak kenal kami. Banyak yang bilang mereka ingat dulu saya dan adik saya itu lewat di belakang rumah mereka pas pulang sekolah, ingat waktu kami ikut remaja mesjid, dll. Rasanya diingatkan dengan semua kenangan-kenangan itu sedih banget ya.

Saya gak punya waktu berduka di hari Jumat itu selain harus bergerak ke sana sini mengurus semuanya. Saya ikuti semua prosesi sampai selesai. Mengantarkan dia ke liang lahat, menemani ibu saya, bicara dengan ayah untuk menguatkan hatinya.

Ini hari tergelap saya!

“Yaa Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka.”

Sekarang sudah 5 hari sejak adik saya pergi. Saya pikir saya ingin menuliskan tentang hari Jumat itu supaya tetap ingat.

Mungkin….suatu hari saya akan lanjutkan tulisan ini lagi……

42 comments

  1. mba noni , kehilangan keluarga mau bagaimanapun caranya tetep kita ga akan siap yaaa been there done that , aku gamau bilang stay strong karena pasti skrg lagi lemah , juga gamau bilang be patient karena saat kaya gini boro2 sabar yakan , tapi isnya Allah aku ikut doain dari sini buat adik mba noni smoga beliau diterima semua amal ibadahnya sama Allah dan dimudahkan jalannya menuju Allah aamiiiin *peluk jauh*

  2. Turut berduka cita Mbak Noni….peluk erat dari jauh Mbak.
    Semoga amal ibadah alm adeknya Mbak Noni diterima Allah SWT, aamiin.

  3. Turut berduka mba noni.. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan. Aamiin..

  4. Innalillahi wa innaillahi rojiun. Turut berduka ya mbak Nonik. Semoga amal ibadah adiknya diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah swt.

  5. Noni, turut berduka cita. Peluk erat dari kami. Semoga yang ditinggalkan diberikan penguatan. Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisiNya.

  6. Turut berduka yg sedalam2nya noni, baca tulisan ini..jujur aku nangis, ingat masa2 kecil2 dulu saat ngaji dirumah gg.sosial, semua terlitaa dipelupuk mata..semoga Allah berikan tempat yang paling indah disana,diterangi kuburnya..maafkan gk bisa takjiah kmrn krn badan jg lagi gk fit.πŸ™πŸ™

  7. Innalilahi wainnailaihi rojiun, turut berduka cita ya mba noni. Semoga alm ditempatkan yang terbaik di sisi-NYA dan mba noni sekeluarga diberikan ketabahan

  8. inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, turut berduka cita mba noni. semoga almarhum adek diberikan tempat yang indah amin..#silentreader

  9. Turut berduka cita, Mbak Noni.. semoga alm. dimaafkan segala kesalahannya, diterima amal ibadahnya, dan ditempatkan di surga keridhoan-Nya.. semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.. Aamiin Allaahumma Aamiin 🀲

  10. Noni, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.. Peluk erat dari jauh.. Semoga almarhum dimudahkan jalannya menuju surga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.. Amin..

  11. Mbak Non, kami turut bela sungkawa. Innalillahi wa innailaihi rooji’uun. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fuanhu. Semoga istri dan keluarga besar diberikan ketabahan dan keihlasan ya mbak Non. Kita tahu bahwa yang berat untuk sebuah kematian adalah mengikhlaskan. Sedangkan yang wafat sudah terbebas dari segala kesakitan. Semoga almarhum mendapatkan kemuliaan wafat di hari Jum’at

  12. Innalillahi wa inailaihi roji’un mba NOniii.. aku baru baca. turut berduka citaa sekali mba NOnii… Sedih dan berat sekali mba NOni untuk mengikhlaskan. Kuhanya bisa mendoakan dirimu baik2 saja ya mba Noni sayang

  13. Turut berduka mbak Noni πŸ™πŸ˜‡ aku 2th yg lalu kehilangan kakak sulungku yg sudah 10th tak jumpa πŸ₯² baca ini ku jd teringat sedihnya saat itu… di mana Kakakku di Batam aku di Inggris, iya akhirnya sih hanya bisa berziarah ke Makamnya dan ya mmg pas kejadian itu sedihnya parah namun melihat istri kakak Sulungku yg sangat tegar serta bisa iklas melepas kepergian suaminya dg senyuman demi supaya jalan kembali ke Tuhan dilapangkan “katanya” aku pun mulai belajar iklas dan berdoa supaya saat ku mati kelak akupun di lepas dg senyum iklas πŸ˜‡

  14. Lama gak main ke sini, begitu mampir ada kabar duka 😦 turut berduka sedalam-dalamnya ya mbak. InsyaAllah husnul khotimah. Meninggal di hari yang sangat baik soalnya. Amin.

  15. Turut berduka cita Non. Semoga yang ditinggalkan dikuatkan dan diberikan ketabahan yang berlimpah ya!! Sending a big virtual hug!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s