Jalan-Jalan ke Goreme Open Air Museum – Cappadocia


Masih lagi pagi subuh ketika kami harus keluar dari hotel. Untungnya karena malas geret-geret 4 koper jadi kita memutuskan untuk memesan kamar selama 7 hari di Istambul dan meninggalkan semua tas dan barang-barang yang gak diperlukan di kamar selama kami pergi ke Cappadocia.

Keputusan yang gak akan pernah saya sesali karena bawa-bawa tas itu sungguh bikin mood rusak haha. Malesin kan ya. Jadi kita ke Cappadocia santai aja dengan tas kecil untuk keperluan 3 hari selama di sana. Kami memutuskan untuk naik pesawat daripada naik bus karena Matt malas menghabiskan waktu di jalan walau rasanya kayak gimana banget harus naik pesawat lagi haha.

Selama di perjalanan ternyata pemandangannya tidak membosankan. Cantik banget padahal dilihat dari atas. Apalagi begitu memasuki area Kayseri. Di mana-mana terlihat gunung dengan balutan salju. Cantik banget. Saya duduk di tengah sehingga tidak begitu leluasa mengambil video walaupun penumpang disebelah menawarkan diri. Dia bilang “I told you, we can change seat because the view is beautiful and you can take picture”

Setelah landing, supir dari hotel sudah menunggu kedatangan kami. Bandara tidak terlalu sibuk tapi pagi itu ada 3 pesawat yang sepertinya baru landing. Bandara Kayseri tidak terlalu besar tapi cukup sibuk. Kayseri sendiri adalah kota industri sehingga banyak sekali pekerja dari luar kota dan luar negeri datang ke tempat ini.

Lama perjalanan dari Kayseri ke Cappadocia sekitar 1 jam. Selama di jalan saya sempet tidur karena ngantuk banget haha. Di pesawat tegang gak bisa tidur begitu masuk mobil langsung teler. Bangun-bangun saya lihat padang luas kosong gersang. Agak aneh sebenarnya konturnya. Di pinggir jalan tol terlihat sesekali rumah-rumah berukuran kecil. Entah rumah petani atau bagaimana.

Goreme open air museum

Memasuki kota Cappadocia sendiri tidak terlalu ramai. Mungkin karena bulan Desember. Kami pun akhirnya tidak bisa naik balon udara karena selama 3 hari cuaca tidak cukup bagus untuk terbang. Untugnlah saya sudah mempersiapkan diri sehingga tidak terlalu kecewa hehe.

Setelah check in hotel, ngobrol sama petugas hotel untuk pesan paket tour, nonton dance dan juga hot balloon (yang akhirnya batal) , lanjut makan siang dan kami putuskan untuk berjalan-jalan santai aja yang akhirnya membawa kami berdua ke Goreme Open Air Museum.

Goreme Open Air Museum

Sebenarnya nih, Goreme Open Air Museum ini termasuk dalam paket wisata di Cappadocia. Ada beberapa paket tapi yang paling terkenal adalah paket merah dan hijau atau biasa dipanggil green and red tour. Jika kamu memilih paket merah maka museum ini termasuk di dalamnya tapi….karena kita berdua lebih pengen menghabiskan waktu lebih lama di museum ini akhirnya kami keesokan harinya mengambil paket hijau.

Tempat ini sebenarnya adalah kompleks gereja dan biara yang berasal abad ke 11. Gereja-gereja yang ada di kompleks ini dibangun dari bukit bebatuan lunak khas Cappadocia.Gereja-gereja ini tidak lagi berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi sebagai museum.

Goreme Open Air ini sebenarnya gak jauh dari pusat kota Cappadocia. Kita bisa berjalan santai sambil foto kanan kiri sekitar 30 menitan aja.

Karena dulunya tempat ini adalah biara, kita bisa menemukan sekitar 14 buah gereja yang masih terawat dengan baik. Apple Church, Snake Church, St. Basil Church, Sandal Church, St. Catherine Chapel, dan Dark Church. Untuk masuk ke Dark Church, kamu harus bayar lagi 15TL. Di dalam gereja ada larangan untuk mengambil foto karena takut merusak lukisan di dinding-dindingnya. Selain gereja tempat ini juga dipakai sebagai rumah tinggal. Gak kebayang ya tinggal di gua-gua batu kayak gini. Mana keliatan gersang juga. Oya, gambar-gambar tersebut sudah ada sejak zaman Bizatium.

Ps : Byzantium (Bahasa Yunani: Βυζάντιον) adalah sebuah kota Yunani kuno, yang menurut legenda, didirikan oleh para warga koloni Yunani dari Megara pada tahun 667 SM dan dinamai menurut nama Raja mereka Byzas atau Byzantas (Bahasa Yunani: Βύζας atau Βύζαντας).

Dulu……rata-rata gereja punya gambar-gambar di dalam gereja untuk menceritakan kisah-kisah di kitab Injil karena masyarakat zaman dulu kebanyakan buta huruf. Jadi lebih gampang digambar aja.

Pada masa Ottoman, gereja dan biara di tempat ini dibiarkan terbengkalai. Sampai akhirnya butuh waktu yang sangat lama untuk memperbaikinya dan tentu saja butuh dana yang besar juga. Kami sempat masuk ke salah satu gereja yang saat ini masih dilukis ulang oleh seniman dari Italia.

Pada tahun 1985 akhirnya museum ini masuk ke dalam salah satu warisan dunia UNESCO, makanya wajib banget ke tempat ini jika mengunjungi Cappadocia.

5 comments

  1. bentuknya ga keliatankayak gereja ya mbak…..
    kebayang cantiknya isi dalem gerejanya, sayang ndak boleh foto. Berarti kudu dateng berkunjung ke sana ya kalo penasaran sama dalemnya gereja 😀

  2. bentuknya alami, kaya bukit2 batuan, tapi ternyata dalamnya gereja.. setelah baca ini, aku malah lebih pgn jelajahin gerejanya satu2 dibanding nonton balon udara :D, tapi 2-2nya tetep pgn sih hehe..

    -Traveler Paruh Waktu

  3. Beberapa waktu lalu sempat baca soal gereja-gereja di Gerome ini. Jadi kagum sama pemeluk (awal) agama apa pun yang berjuang untuk mempertahankan diri dari tekanan otoritas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s