Video Ecolodge dan Kembali Ke Alam


Saya lupa sejak kapan suka nonton hal-hal sederhana di Youtube tapi tahu prosesnya ini lama dan ribet haha.

Jadi belakangan karena suka nonton video bersih-bersih, video di rumah seharian, video yang diem-diem aja tapi sungguh kayak nonton film lama-lama keinginan untuk tinggal di desa tambah gede huahha.

Awal Feb kemaren saya ke Bukit Lawang buat ngurus kerjaan. Di Bukit Lawang biasanya saya tinggal di Ecolodge karena emang kebetulan kerjaan saya ya di Ecolodge jadi seringnya di sini. Trus biasanya juga sering ikutan anak-anak hotel buat jalan-jalan ke desa atau main ke rumah mereka.

Ecolodge Bukit Lawang

Sebenarnya tinggal di mana aja itu ada pro dan kontra. Di Desa mungkin menyenangkan karena semua-semua rasanya lebih sederhana, lebih murah, setiap orang saling ngobrol yang artinya batasan pribadi juga semakin kecil haha, bisa pinjem-pinjeman gula dan kopi dan masih banyak lagi. Sementara tinggal di kota tentu saja lebih mahal, macet, dan permasalahan lainnya.

Nah, karena dari dulu (kalau yang baca blog ini sejak lama pasti tau) saya itu pengennya tinggal di kota kecil yang sejuk makanya Danau Toba tepatnya Samosir jadi salah satu bucket list saya untuk beli tanah haha. Trus semakin ke sini karena makin sering nonton Youtube jadi kepengen banget bisa tinggal di desa. Beneran kayak pengen aja gitu. Gak tau kenapa.

Paling saya lucu itu kalau bacain orang-orang yang komen di video-video back to nature atau yang tinggal di hutan/desa kecil. Hampir semuanya pada komen pengen pindah, cemburu banget karena bisa dapatin semua masih alami tanpa kimia, gak ada macet, dll padahal kalau dipikir-pikir juga tinggal di desa itu capek juga ya haha.

Lah trus saya masih pengen tinggal di desa juga gak? hmmm sejujurnya mauuuuuuu hahhaha.

Gimana dengan kamu?

7 comments

  1. saya bingung nyebut diri anak desa, krn skrg jd sumber kemacetan, mudik gitu suka sedih liat perkembangan zaman krn ekonomi, dulu kalo pulang sekolah SD bs ambil biji pohon karet buat mainan, krn dpn SD perkebunan karet,skrg jd perumahan semua, Sawah dbelakang rumah, hutan kecil dekat pekuburan umum dkampung, dibangun perumahan semua–mau keluar dr kampung aja buat jln2 udah stress di jln, kemacetan menggila, mana rumah orangtua dipinggir jln raya..liat video2 kyk gini ya jd adem..the real desaaaa..tp msh beruntung di turki, ngerasain desa yg berbeda meski ga seindah di indonesia hehe

  2. Desa klo kyk kampungku di jember yo gak enak Non 🤣 wes panas gak sesejuk 30th yg lalu, masyarakat generasi masa kini jg beda dg yg dulu yg akrab dan bisa pinjam2an 😁 di desa ku Jember yg aja ya gosip2an dah kyk di sinetron 🤣 nah kalo aku dr kecil mmg ingin tinggal di gubuk kecil dg halaman luas dg nuansa yg asri justru ku mendapatkannya setelah ikut suami ke Inggris Selatan tepatnya di Pulau (Isle of wight) di sana masih asri. Suamiku punya lahan hampir 1 hektar tp gubuk cuma ukuran 15meter, kebunku luas (kebun sayur dan bunga) kami masih ada hutan kayu 1/4 hektar aku miara ayam petelur juga, klo musim panas sayuran organik macam2 dr Kebun. Dan bener sih yg komen vlogku tentang hidup alami ini 99% mrk ingiiiin hidup begitu, 1 persen maki-maki 🤣 (ih nikah ma bule jauh2 di Inggris kok tinggal di gubuk dlm hutan lagi) 🤣

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s